News

Sejauh Ini Terkait Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang

Terkait Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang

Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly memaparkan kejadian kebakaran Lapas Kelas I Tangerang yang menewaskan puluhan napi. Pemadam Kebakaran (Damkar) sampai di TKP 13 menit setelah menerima laporan petugas Lapas.

“Terjadi kebakaran pukul 01.45. Petugas pengawas dari atas melihat keadaan itu, terjadi api, langsung menghubungi kepala pengamanan di sini,” ujar Yasonna di Lapas Kelas I Tangerang, Rabu (8/9/2021).

Petugas Lapas lalu menelpon petugas damkar yang tiba 13 menit kemudian.

“13 menit kemudian, 12 damkar tiba. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Tangerang khususnya damkar yang sangat cepat dan responsif untuk memadamkan api,” kata Yasonna. Tak sampai 1,5 jam kemudian api berhasil padam.

Kamar Terkunci Namun Api Cepat Membesar

Yasonna juga menguraikan bahwa api berkobar dengan cepat, sehingga beberapa kamar tak sempat dibuka.

“Oleh karena api cepat membesar, beberapa kamar tak sempat dibuka, sebab api yang sudah sangat cepat membesar,” tuturnya.

Yasonna juga menjelaskan kamar sel dikunci karena adalah prosedur tetap yang harus dipatuhi di Lapas.

“Pasti kalian bertanya, kenapa dikunci? Memang prosedur tetap (Protap) Lapas harus dikunci. Kalau tidak dikunci itu nanti melanggar Protap,” terangnya.

Lihat Juga: Kebakaran Lapas Tangerang, 41 Napi Tewas

“Karena itu dia, mungkin pengawas melihat setelah ditemukan gelombang api mungkin telah menyebar, jadi di situlah korban ditemukan,” sambungnya.

Total korban meninggal dunia sebanyak 41 orang, sedangkan 81 orang luka-luka.

“40 meninggal di tempat, 1 (meninggal) OTW (on the way) ke rumah sakit,” jelas Yasonna.

Lapas Kelas I Tangerang Kelebihan Kapasitas

Menkumham Yasonna mengatakan kondisi Lapas Kelas I Tangerang mengalami kelebihan kapasitas hingga 400%. Total penghuni di lapas tersebut sebanyak 27 ribu orang.

“Yang terakhir ini blok C2, model pavilion. Pada satu blok ada sejumlah kamar yang terkunci,” ucapnya.

Sementara, penyebab kebakaran diduga karena korsleting listrik. Namun penyebab pastinya masih diselidiki oleh Puslabfor Polri dan Polda Metro Jaya.

“Tetapi saat ini Puslabfor Polri, Dirkimum Polda Metro Jaya tengah menyelidiki penyebab kebakaran tersebut, sebab kita tak mau berspekulasi. Sementara yang terlihat kasat mata diduga arus pendek,” jelasnya.

Lebih lanjut Menkumham mengungkapkan Lapas Kelas I Tangerang yang dibangun sejak 1972 belum pernah melakukan perbaikan instalasi listrik.

“Sejak itu kita tak perbaiki instalasi listrik. Ada penambahan daya, namun instalasi listrik tetap,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut Yassona juga menyampaikan belasungkawa terhadap keluarga dari korban meninggal dunia kebakaran Lapas Tangerang. Yasonna juga telah bertemu dengan dua orang keluarga korban meninggal.

“Saya telah bertemu dengan dua orang keluarga, secara langsung menyampaikan belasungkawa, saya memanggil wakil keluarga untuk berbicara menyampaikan belasungkawa kami,” pungkas Yasonna Laoly.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top