News

Sepekan Kasus Corona Melonjak, Begini Kondisi RSD Wisma Atlet

Sepekan Kasus Corona Melonjak, Begini Kondisi RSD Wisma Atlet

Viral di media sosial kondisi Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran yang dipenuhi oleh pasien. Kabar ini juga turut dibagikan oleh dr Tompi di akun Twitter miliknya.

“Dapat sebaran video IGD Wisma Atlet semalam.. sangat mengkhawatirkan,” cuit dr Tompi.

Soal kondisi penuhnya antrean pasien di Wisma Atlet, dilansir dari detikcom, seorang pasien berinisial S baru-baru ini masuk isolasi di RSD Wisma Atlet. Ia masuk IGD saat atrean pasien juga sedang penuh.

S menceritakan, awalnya ia mulai merasakan gejala COVID-19 dan pada 9 Juni lalu memutuskan untuk tes PSC. Setelah dua hari, tes PCR menunjukkan bahwa dirinya positif terpapar COVID-19.

Ketika didiagnosa positif COVID-19, S mengalami gejala demam, batuk, anosmia hingga sesak. Karena kondisi tempat tinggalnya yang tidak memungkinkan, akhirnya ia meminta untuk dirujuk ke RSD Wisma Atlet.

Lihat Juga: Corona Di Kudus Menggila, Ratusan Nakes Terpapar COVID-19

Proses untuk mendapat ruang perawatan pun ternyata tak mudah. Puskesmas tak kunjung mengabarinya, sementara sesak napas semakin terasa. Setelah mengupayakan berbagai cara, S akhirnya bisa menuju ke Wisma Atles pada Jumat, (11/6/2021) sekitar pukul 22.00 WIB. Selain itu, ia harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan kamar perawatan.

“Ramai sekali, antre lagi,” kata S.

Butuh waktu cukup lama sebelum S mendapatkan bangsal perawatan di UGD Wisma Atlet. Selama menunggu, ia juga harus melakukan beberapa pemeriksaan, seperti pengambilan sampel darah. S baru mendapat kamar perawatan keesokan harinya sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

DKI Jakarta Darurat COVID-19, Wisma Atlet Tambah 2.000 Tempat Tidur

Ibu Kota Jakarta disebut tengah dalam kondisi darurat COVID-19, untuk mengantisipasi lonjakan pasien, RSD COVID-19 menambah jumlah tempat tidur hingga 2.000.

“Kami menyiapkan tambahan sekitar 2 ribu tempat tidur dan dapat digunakan segera,” kata Koordinator RSD Wisma Atler Mayjen Tugas Ratmono dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (14/6/2021).

Lihat Juga: Prabowo: Kalau Dulu Perang Terbuka Tentara di Garis Depan, Sekarang Dokter

Diketahui tingkat keterisian di RSD COVID-19 tersebut telah mencapai 80,69% yang artinya lebih tinggi dibanding satu minggu sebelumnya. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memaparkan dalam satu pekan terakhir kasus COVID-19 di Jakarta meningkat 50%. Menurutnya, jika kondisi itu terus berlangsung akan membuat DKI memasuki fase gentik apabila tak mengambil langkah tepat secepatnya.

To Top