News

Siapa Masha Amini yang Kematiannya Sebabkan Gelombang Protes di Iran?

Masha Amini

Iran tengah dilanda gelombang protes dari masyarakat setelah seorang perempuan bernama Masha Amini meninggal dunia usai ditangkap polisi moral karena melanggar aturan hijab. Kematian Amini tersebut memicu unjuk rasa dari masyarakat, terutama perempuan.

Amini ditahan polisi Iran Teheran pada Selasa (13/9/2022), kemudian meninggal pada hari Jumat (16/9/2022) usai mengalami koma.

Siapa Masha Amini?

Masha Amini dikenal juga dengan nama Jina, ia adalah perempuan 22 tahun dari kota barat Saqqez, Provinsi Kurdistan, Iran. Polisi moral Iran menangkapnya di luar stasius metro di Teheran karena tidak mengenakan hijab sesuai aturan.

Sebelum kejadian, Amini dikabarkan tengah pepergian dengan keluarganya ke ibu kota Iran untuk mengunjungi kerabatnya. Kemudian terjadi penangkapan, saksi mengatakan bahwa Amini dipukuli oleh polisi di dalam mobil.

Saksi juga menyebutkan bahwa Amini dipukuli oleh polisi saat dibawa menuju pusat penahanan, hingga gadis itu mengalami cedera serius. Amini lalu meninggal di rumah sakit setelah tiga hari mengalami koma.

Lihat Juga: Iran Mengklaim Dapat Menghancurkan Israel Kurang dari Delapan Menit

Mengapa Polisi Moral di Iran Menahan Amini?

Para pejabat Iran mengatakan Amini ditahan karena melanggar hukum di negara itu. Iran mewajibkan perempuan untuk menutup rambut dengan jilbab dan menggunakan pakaian longgar.

Aturan tersebut tercantum dalam Undang-Undang dan berlaku sejak tahun 1981, tetapi penegakkan kerap dilakukan secara sewenang-wenang. Sementara itu, ibu Amini menyebut sang putri memakai jubah panjang dan longgar sesuai aturan.

Iran Klaim Kematian Amini Karena Serangan Jantung

Dalam pernyataan pasukan keamanan Iran, Masha Amini diklaim meninggal karena serangan jantung. Padahal, pihak keluarga sudah membantah klaim ini dan mengatakan Amini dalam kondisi sehat saat ditahan.

Polisi menyebut kematian Amini sebagai “insiden yang tak penguntungkan” dan menolak telah melukai Amini secara fisik saat dalam tahanan.

“Insiden itu sangat disayangkan bagi kami dan kami ingin tidak pernah menyaksikan insiden seperti itu,” tutur Komandan Polisi Greater Tehran Hossein Rahimi dalam konferensi pers Senin (19/9/2022).

Lihat Juga: Tips Merawat Rambut untuk Wanita Berhijab

Gelombang Protes dari Masyarakat

Unjuk rasa pecah di luar konsulat Iran di Istanbul dan Teheran serta wilayah sekitarnya. Di Kota Kerman, Iran, di mana perempuan diwajibkan memakai jilbab, banyak turun ke jalan untuk memprotes kematian Masha Amini.

Sementara di tempat lain, beberapa perempuan tampak membakar jilbab mereka sambil meneriakkan “Perempuan, hidup, kebebasan”.

Lihat Juga: Inspirasi Kreasi Hijab untuk Wisuda maupun Kondangan

“Di Gonbad Kavous, provinsi Golestan, para wanita membakar jilbab mereka di api unggun saat pengunjuk rasa meneriakkan “jangan takut, kita semua bersama”,” tulis akun Twitter, @Shayan86 pada Kamis (22/9/2022).

Selain itu, gelombang protes kematian Masha Amini juga memakan korban jiwa. Dilaporkan lima orang meninggal dunia usai pasukan keamanan Iran menembak para pengunjuk rasa di wilayah Kurdusran.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top