News

Sikap Jokowi Soal Penundaan Pemilu 2024, Faldo: Sudah Jelas, Tak Usah Diotak-atik!

Sikap Jokowi Soal Penundaan Pemilu 2024, Faldo Sudah Jelas, Tak Usah Diotak-atik!

Belakangan ini wacana penundaan Pemilu 2024 menjadi topik hangat, lalu bagaimana dengan sikap Jokowi soal penundaan Pemilu 2024?

Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara, Faldo Maldini, meminta seluruh pihak menghentikan rencana penundaan Pemilu 2024. Ia menuturkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menyatakan sikap soal rencana tersebut.

Faldo menampik pihak-pihak yang menyebut sikap Jokowi soal penundaan pemilu 2024 tidak tegas. Menurutnya, pihak-pihak tersebut tengah berimajinasi.

"Saya kira tidak perlu dikembang-kembangkan lagi. Presiden sudah jelas bersikap. Jangan sampai ada yang bikin imajinasi, kaget sama imajinasinya, terus marah sama imajinasinya sendiri. Kan aneh," ujar Faldo lewat keterangan tertulis, Senin (7/2/2022).

Lihat Juga: Soal Penundaan Pemilu 2024, Jangan Mainkan Masa Jabatan Presiden Ya!

Faldo mengajak seluruh pihak untuk melihat isu itu dalam kerangka bernegara. Ia mengatakan bernegara tak bisa semaunya elite politik.

Jokowi, lanjutnya, sudah menegaskan hal tersebut dalam berbagai pernyataan. Ia menilai pernyataan Presiden Jokowi lugas dan tidak bersayap.

"Statement Presiden sudah diucapkan, berarti sudah dapat dipahami. Tidak usah otak-atik gatuk," tegasnya.

Sikap Jokowi Soal Penundaan Pemilu 2024, Mahfud Md: Pemerintah Tak Pernah Bahas Masa Jabatan Presiden

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud Md menyebut pemerintah tidak pernah membahas masa jabatan presiden/wakil presiden atau penundaan Pemilu 2024.

"Di tubuh pemerintah sendiri tidak pernah ada pembahasan tentang penundaan pemilu maupun penambahan masa jabatan presiden/wapres baik untuk menjadi tiga periode maupun untuk memperpanjang satu atau dua tahun," jelas Mahfud melalui keterangan tertulis, Senin (7/3/2022).

Lihat Juga: Usulan Pemilu 2024 Ditunda, Pengkhianatan Terhadap Reformasi dan Demokrasi

"Sama sekali tidak pernah ada pembicaraan masalah penundaan pemilu dan penambahan masa jabatan tersebut," sambungnya.

Ia menuturkan Presiden Jokowi malah sampai dua kali memimpin rapat kabinet, yakni pada 14 September 2021 dan 27 September 2021. Dalam rapat tersebut Jokowi meminta kepada Menko Polhukam, Ka BIN dan Mendagri untuk memastikan pemilu 2024 berjalan.

Pada 14 September 2021, lanjut Mahfud, Jokowi memintanya, Mendagri dan Ka BIN untuk memastikan pemilu 2024 berlangsung secara aman, lancar, tak memboroskan anggaran, tak terlalu lama masa kampanye. Ia juga meminta agar tidak terlalu lama jarak antara pemungutan suara dan hari pelantikan para pejabat hasil pemilu maupun pilkada 2024.

Hal ini bertujuan agar meningkatnya suhu politik menjelang pembentukan kabinet baru 2024 tak terlalu lama. Kata Mahfud, Jokowi juga meminta supaya KPU, Bawaslu, DKPP dan DPR terus menjalin komunikasi untuk menentukan jadwal pemilu 2024.

Sebelumnya, usulan penundaan pemilu 2024 mulai digadang-gadang oleh Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan lalu mengikutinya. Sementara itu, Partai Golkar membuka kemungkinan untuk menyetujui usulan tersebut. Sedangkan partai politik lainnya menyatakan penolakan.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top