News

Sindiran Tajam Legislator PAN Untuk Yasonna Laoly Setelah Kebakaran Maut Lapas Tangerang

Sindiran Tajam Legislator PAN Untuk Yasonna Laoly Setelah Kebakaran Maut Lapas Tangerang

Anggota Komisi III DPR RI Sarifudin Sudding menyebut masalah di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) sangat kompleks, salah satunya soal lapas. Ia menilai dibutuhkan perbaikan secara menyeluruh di Kemenkumham.

“Ya saya kira kita semua melihat bahwa banyak hal di Menkumham yang memang butuh perbaikan dari dulu. Dan itu kerap sekali kita suarakan, termasuk terkait lapas tersebut sangat kompleks masalahnya di sana, masalah imigrasi dan permasalah lain-lain. Namun itu tak ada yang membawa perbaikan,” ujar Sudding kepada pers, Kamis (9/9/2021).

Politikus PAN tersebut kemudian menyinggung prestasi Yasonna yang ia nilai nihil selama menjabat sebagai Menteri Hukum dan HAM. Menurutnya, Yasonna hanya pantar ‘mengobok-obok’ parpol.

“Tetapi jika melihat kinerja Pak Yasonna mengobok-obok partai politik, bolehlah. Kalau mengobok-obok partai politik sesuai kemauan pemerintah, bolehlah. Jika itu tentunya jadi prestasi, namun kalau di luar itu sama sekali tak ada,” sambungnya.

Lihat Juga: Pemerintah Dituntut Minta Maaf Soal Kebakaran Lapas Tangerang

Sudding menyebut pihaknya telah menyampaikan masalah kelebihan kapasitas di Lembaga pemasyarakatan sejak lama, termasu masalah kemanusiaan narapidana. Tapi hingga saat ini belum ada perbaikan.

“Tak ada perbaikan. Dari dahulu kita sampaikan overkapasitas hingga 400%, dan bagaimana keadaan lapas yang tak dilakukan revitalisasi. Lalu, dari sisi kemanusiaan, meskipun dia seorang narapidana, namun ada hak-hak yang wajib diperhatikan, bagaimana keadaan warga binaan tersebut sangat memprihatinkan,” tuturnya.

“Dan itu dari dahulu kita (sampaikan), namun tak ada kemajuan. Barangkali Yasonna ini ditugaskan hanya mengobok-obok partai politik jadi hal lain ia kesampingkan begitu saja,” lanjutnya.

Sudding menuturkan peristiwa kebakaran Lapas Kelas I Tangerang yang menewaskan puluhan orang tersebut menjadi pelajaran besar. Ia juga meminta Yasonna untuk mengundurkan diri.

“Ini ada tragedi kemanusiaan dan kita tak dapat menutup mata begitu saja. Ada 44 kotban meninggal di sana. Kalau dia (Yasonna) memiliki moral, dia harus mengundurkan diri untuk pertanggungjawaban atas meninggalnya 44 orang. Jadi bukan lagi tanggung jawab tersebut diserahkan kepada Kalapas atau Dirjen, tetapi dia selaku pengambil kebijakan hars bertanggung jawab sepenuhnya,” ucap Sarifudin Sudding.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top