News

Soal Penerapan One Way Arus Balik, Kakorlantas: “Risiko Jabatan Saya”

Penerapan One Way Arus Balik

Kakorlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi menyebut kemarahan masyarakat yang terjebak macet akibat pemberlakukan one way arus balik Lebaran adalah risiko yang harus dihadapi.

Diketahui, kemacetan sempat terjadi di tol Cipularang dari Bandung ke Jakarta karena perpanjangan pemberlakukan sistem satu arah alias one way di ruas tol Cikampek mulai dari KM 47 pada awal arus mudik.

“Nggak apa-apa kita dimarahin, jauh lebih baik dimarahi macet sekian jam daripada 24 jam, 36 jam, 72 jam kita macet gara-gara kita lepas itu dan itu risiko jabatan saya,” kata Firman kepada awak media, Kamis (5/5/2022).

Firman mengatakan sejak hari pertama pemberlakuan one way ketika arus mudik, volume kendaraan yang keluar kea rah timur malah semakin meningkat.

Firman menyampaikan, Korlantas bersama beberapa instansi terkait juga sudah mengevaluasi penerapan one way arus mudik Lebaran 2022.

Dari evaluasi itu, jelasnya, capacity ratio atau indikator kelancaran lalu lintas menunjukkan berada di atas angka 1. Padahal, pihaknya mengupayakan agar capacity ratio kurang dari 1.

“Kami petugas di lapangan harus mengupayakan rasio ini di bawah angka 1 untuk kelancaran. Sampai kemarin sore di gerbang tol utama menunjukkan angka 1,5; 1,3; 1,6. Artinya di atas 1,” jelas Firman.

Menurut data tersebut, kata dia, pihaknya harus siap menerapkan berbagai cara untuk mengurai kemacetan.

“Namun pelaksanaannya tentunya kita melihat, memilih, mana yang paling sedikit merugikan aktivitas masyarakat artinya kemarin saat aktivitas kita one way menuju arah timur masyarakat dari arah Cipularang yang menjadi masalah,” ujarnya.

Lihat Juga: Syarat Mudik 2022: Jokowi Cabut Aturan Karantina bagi PPLN hingga Wajib Vaksin Booster

“Ya rekan-rekan berbesar hati saja, terimakasih sampai hari ini. Saya ingin memberikan semangat hari ini kita melayani kembali sampai masyarakat kenbali ke tempat asalnya,” lanjut Firman.

Penerapan One Way Arus Balik Sempat Ditunda

Kepolisian memutuskan untuk memberlakukan one way arus balik untuk mengantisipasi kemacetan dari Gerbang Tol (GT) Palimanan KM 188 hingga GT Cikampel KM 72 mulai Kamis (5/5/2022) pukul 21.30 WIB.

Penerapanone way arus balik ini sebelumnya sempat mengalami penundaan. Awalnya, rekayasa lalu lintas ini akan diterapkan pada Kamis (5/5/2022) pukul 11.00 WIB. Tapi, kepolisian menunda hingga pukul 14.00 WIB karena arus lalu lintas dinilai belum ramai.

Tidak lama kemudian, polisi menyatakan batal menerapkan one way di Palimanan-Cikampek, Kamis (5/5/2022) dan akan menerapkannya pada Jumat (6/5/2022). Tetapi, melihat kondisi arus lalu lintas, kepolisian lalu memutuskan untuk memberlakukan one way arus balik mulai Kamis (5/5/2022) malam.

Lalu, dari GT Cikampek KM 72-KM 70 diterapkan contraflow dua jalur. Sementara dari GT Cikampek KM 70-KM 47 diterapkan contra flow satu jalur.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko mengatakan, rekayasa lalu lintas ini diberlakukan karena volume kendaraan dari timur ke arah Jakarta mulai meningkat.

Lihat Juga: Syarat Mudik dengan Kereta Api untuk Anak-anak di Bawah 6 Tahun

Senada, Firman Shantyabudi juga mengatakan volume kendaraan menuju arah Jakarta mulai meningkat. Ia mengatakan kepolisian berwenang untuk menentukan kebijakan rekayasa lalu lintas supaya pemudik aman dan nyaman sampai tiba di tujuan.

Menurutnya, penerapan contra flow atau one way arus balik Lebaran 2022 disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Ia juga mengimbau agar masyarakat yang bakal melakukan perjalanan ke Jakarta supaya menyiapkan semuanya dengan baik. mulai dari fisik, stamina, kendaraan hingga perbekalan.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top