News

Soal Penundaan Pemilu 2024, Jangan Mainkan Masa Jabatan Presiden Ya!

Soal Penundaan Pemilu 2024, Jangan Mainkan Masa Jabatan Presiden Ya!

Pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Zainal Arifin mengemukakan pandangannya terkait wacana penundaan Pemilu 2024 atau perpanjangan masa jabatan Presiden. Zainal meminta tidak memainkan masa jabatan Presiden. Kenapa?

“Jangan bermain-main dengan masa jabatan (Presiden), itu yang membuat pintu masuk atau jebakan ke arah otoritarianisme yang akhirnya dilegalisasi dengan mengubah UUD, UU Pemilu seakan membenarkan,” kata Zainal, Sabtu (5/3/2022).

Zainal menuturkan ada banyak Presiden yang tergiur untuk memperpanjang masa jabatan. Dia menambahkan penundaan Pemilu atau perubahan jabatan Presiden bisa diskenariokan.

“Teknis penundaan Pemilu itu bisa diskenariokan. Kita selalu khawatir dengan skenario sengaja menunda Pemilu. Karena, menunda Pemilu itu bisa terjadi di luar penyelenggara Pemilunya atau internal KPU-nya.

Menurut Zainal, Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus menyampaikan pernyataan terkait wacana penundaan Pemilu 2024 yang sampai saat ini masih hangat diperbincangkan. Agar, lanjut Pakar Hukum Tata Negara itu, masyarakat mengetahui usulan penundaan Pemilu itu datang dari partai politik atau pemerintah.

“Pak Jokowi harus tampil untuk mengklarifikasi, supaya orang bisa membedakan mana yang diinisiasi oleh kekuasaan atau diinisiasi oleh politik saja,” sambungnya.

Cak Imin Disebut Sedang Galau Akut, Kenapa?

Seperti diketahui, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin adalah salah satu orang yang mengusulkan penundaan Pemilu 2024. Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai saat ini Cak Imin sedang galau akut. Kenapa?

“Cak Imin galau akut sepertinya. Satu sisi terlihat tak siap tanding di Pilpres 2024 karena elektabilitasnya rendah dengan minta penundaan Pemilu. Tapi, pada saat bersamaan, kerja politik Cak Imin dan deklarasi relawan terus terjadi. Biasanya kalau galau suka bingung menentukan skala prioritas,” tutur Adi, Sabtu (5/3/2022).

Adi menuturkan mungkin saja usulan penundaan Pemilu 2024 yang diembuskan Cak Imin hanya strategi belaka. Namun, menurut dia, strategi itu tidak seharusnya diambil karena justru memunculkan sentiment negatif pada Cak Imin sendiri.

“Mungkin saja itu strategi, meski itu strategi salah. Alih-alih dapat simpati, usul menunda Pemilu justru memunculkan sentiment negatif ke Cak Imin dan PKB. Cak Imin memang lagi jadi buah bibir, tapi bukan yang positif yang dibicarakan publik,” terangnya.

Ketua DPD RI Ikut Bersuara Soal Penundaan Pemilu 2024

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti ikut bersuara terkait wacana penundaan Pemilu 2024 yang diembuskan Cak Imin dan sejumlah petinggi politik lainnya. LaNyalla menyebut negara sedang tidak kesulitan anggatan untuk menyelenggarana Pemilu 2024.

“Toh pemerintah juga tidak sedang kesulitan anggaran. Buktinya proyeksi pembangunan IKN yang anggarannya lebih besar pun tetap jalan,” papar LaNyalla, Sabtu (5/3/2022).

LaNyalla juga menyebut saat ini pandemi Covid-19 tidak bisa lagi dijadikan alasan dilakukannya penundaan Pemilu 2024.  Menurut dia, alasan itu tidak masuk akal.

“Kami di DPD RI saat itu sempat mengundang KPU, Bawaslu dan Mendagri, kenapa Pilkada dipaksa tetap jalan. Saat itu dijelaskan bahwa sudah dilakukan simulasi protokol kesehatan. Makanya, kalau sekarang pandemi dijadikan alasan menunda Pemilu, saya pikir tidak masuk akal,” sambungnya.

Oleh karenanya, Ketua DPD RI itu meminta elite politik tidak membikin gaduh. Dia meminta elite politik memikirkan rakyat dan memberikan solusi atas permasalahan yang ada.

“Rakyat di bawah semakin susah. Harga bahan pokok naik, elpiji dan BBM naik. Jeritan rakyat ini yang harus dipikirkan oleh elite politik,” papar dia.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top