News

Soal Perpres Miras, PBNU: Jangan Salahkan Kalau Bangsa Rusak!

Soal Perpres Miras, PBNU: Jangan Salahkan Kalau Bangsa Rusak!

Sejumlah tokoh mengkritik Peraturan Presiden (Perpres) terkait investasi miras di sejumlah wilayah di Indonesia yang belum lama ini diteken oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Adapun Ketua PBNU Said Aqil Siradj turut melontarkan kritikan atas keputusan yang diambil Jokowi tersebut.

Said Aqil menyatakan PBNU tidak setuju dengan perpres tersebut. Dia lantas mengutip salah satu ayat Alquran yang membahas tentang ‘kebinasaan’.

“Kita sangat tidak setuju dengan Perpres terkait investasi miras. Dalam Alquran dinyatakan walaa tulquu biaidiikum ilaa attahlukah (Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan),” ujar Said Aqil, Senin (1/3/2021).

Said Aqil menegaskan agama Islam melarang keras miras. Menurutnya, pemerintah tidak seharusnya mendorong keberadaan miras di Indonesia, melainkan justru menimalisirnya.

“Karena agama telah tegas melarang, maka harusnya kebijakan pemerintah itu menekan konsumsi minuman beralkohol. Bukan malah didorong untuk naik,” tegas dia.

Ketua PBNU itu mengatakan miras akan memberikan dampak negatif yang berbahaya. Oleh karenanya, miras tidak boleh ditoleransi. Dia mengingatkan bisa saja bangsa akan menjadi rusak karena peredaran miras.

“Kalau kita rela terhaap rencana investasi miras ini, maka jangan salahkan kalau nanti bangsa kita rusak,” sambungnya.

Respons Amien Rais Soal Perpres Miras

Di samping itu, Inisiator Partai Ummat Amien Rais juga mengkritik keputusan Presiden Jokowi yang meneken Perpres terkait investasi miras. Amien mengatakan apa yang dilakukan mantan Gubernur DKI Jakarta itu menabrak aturan agama Islam yang termuat dalam Alquran.

Jokowi, kata dia, telah membuat keputusan yang fatal.

“Saya kira pak Jokowi sudah membuat langkah yang fatal secara moral, secara politik ya. Karena jelas sekali yang dilakukan pak Jokowi itu menabrak langsung ketentuan Alquran, yang mana khamer atau miras dan judi meurpakan dosa besar,” kata Amien, Senin (1/3/2021).

Amien kemudian mengajak umat Islam untuk mendorong pencabutan perpres tersebut. Dia menyebut miras dapat merusak generasi muda Indonesia.

“Jadi saya meminta supaya MUI, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, juga seluruh eksponen umat Islam segera meminta supaya perpres itu dicabut. Mengapa? Ini adalah taruhan bagi generasi muda kita. Memang perpres itu berlaku hanya untuk beberapa wilayah, tapi sudahlah tidak diberikan legalitas saja, sudah seperti itu keadaan kita,” tegas dia.

‘Minta Tolong’ Ma’ruf Amin

Amien Rais mengaku ‘kehabisan kata’ menyikapi pemerintahan Presiden Jokowi dalam memutuskan suatu kebijakan. Dia berharap akhlak generasi muda Indonesia tidak rusak gara-gara meminum minuman beralkohol itu.

“Jangan sampai kemudian terjadi kehancuran akhlak apalagi anak muda. Generasi muda kita itu meneggak miras dan main judi apalagi, jadi ini saya nggak tahu apa yang dimaksudkan pak Jokowi itu. Jadi sudahlah, saya kadang-kadang sampai kehabisan kata-kata bagaimana ya,” ungkapnya.

Inisiator Partai Ummat itu kemudian meminta Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengingatkan Presiden Jokowi terkait keputusannya meneken Perpres investasi miras. Dia berharap Ma’ruf Amin memberi tahu Jokowi bahwa apa yang diputuskan tersebut adalah langkah yang keliru.

“Mohon pak kiai para ulama, pak Ma’ruf Amin. Panjenengan (Anda) bisa mengatakan pak Presiden ini keliru pak, tolong pak! Jadi tidak ada salahnya kalau kiai Ma’ruf Amin yang saya anggap sejak dulu tangguh paham sekali fikih Islam di atas rata-rata ulama, ya tolong itu dihentikan,” pinta Amien.

Diketahui, Presiden Jokowi meneken Perpres Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal. Pada perpres itu, diatur pula soal investasi untuk minuman beralkohol di Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara hingga Papua.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top