News

Soal WAG TNI-Polri, Jokowi: Hati-hati, Saya Baca Itu

WAG TNI-Polri

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta supaya grup WhatsApp (WAG) milik TNI-Polri didisiplinkan. Jokowi pun menyebut dirinya membaca percakapan di dalam WAG TNI-Polri.

"Juga hal-hal kecil tapi harus mulai didisiplinkan di WA group. Saya melihat (percakapan) di WA group (TNI-Polri), karena di kalangan sendiri, (dianggap) boleh, hati-hati," ucap Jokowi.

Hal tersebut ia sampaikan pada jajaran TNI-Polri saat rapat pimpinan (rapim) TNI-Polri 2022 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur (Jaktim), pada Selasa (1/2/2022). Rapim TNI Polri 2022 bertema ‘TNI-Polri Siap Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional dan Reformasi Struktural’.

Jokowi juga mewanti-wanti percakapan di WAG TNI-Polri yang tidak seturut disiplin TNI-Polri dibiarkan saja. Ia mencontokan soal percakapan mengenaik penolakan Ibu Kota Negara (IKN).

"Kalau seperti itu diperbolehkan dan diteruskan, hati-hati. Misalnya berbicara mengenai IKN 'nggak setuju, IKN apa'. (Kepindahan IKN) itu sudah diputuskan oleh pemerintah dan sudah disetujui oleh DPR," tegas Jokowi.

Jokowi pun berkali-kali menekankan terkait disiplin pada anggota TNI-Polri tidak dapat diperdebatkan. Ia mengaku membaca percakapan di WAG TNI-Polri yang menyimpang dari disiplin.

"Kalau di dalam disiplin TNI dan Polri, sudah tidak bisa diperdebatkan. Kalau di sipil, silakan. Apalagi di WA group dibaca gampang, saya baca itu," kata Presiden Joko Widodo.

Dia mengingatkan penyimpangan kecil jika dibiarkan bisa menyebabkan penyimpangan yang lebih besar. Menurutnya, hal tersebut bisa berujung pada hilangnya kedisiplinan TNI-Polri.

Jokowi mengingatkan bahwa disiplin TNI dan Polisi berbeda dengan sipil dan ada batasan dari aturan pimpinan.

Presiden Joko Widodo juga menyebut bahwa kepolisian dan militer di dunia mempunyai aturan disiplin sendiri. Aturan yang dimaksud adalah, misalnya di kalangan militer, harus setia terhadap negara atau istilah yang digunakan Jokowi ‘tegak lurus’.

Selain WAG TNI-Polri, Jokowi Ingatkan Militer dan Kepolisian Tak Punya Demokrasi

Selain soal WAG TNI-Polri, Jokowi juga mengingatkan pada jajaran TNI-Polri bahwa pemindahan IKN sudah diputuskan ke Kalimantan dengan nama Nusantara. Terkait hal itu, Jokowi meminta TNI-Polri untuk mendukung pemindahan itu.

Ia mengatakan bahwa TNI-Polri tidak memiliki demokrasi, termasuk terhadap keluarga besar mereka. Karenanya, ia menekankan agar TNI-Polri selalui ingat dengan posisinya tersebut.

Lihat Juga: Kepala Otorita IKN Boleh Dirangkap Menteri, Efektif Tidak?

Presiden menjelaskan bahwa pemindahan IKN telah menjadi keputusan pemerintah dan sudah mendapat persetujuan dari DPR. Sebab itulah, Jokowi meminta agar jajaran TNI-Polri dan keluarganya tidak lagi menyampaikan protes terkait keputusan tersebut.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top