News

Sosok Kuat Ma’ruf yang Disebut Punya Hubungan Spesial dengan Putri Candrawathi

Fakta-fakta Kuat Ma'ruf

Kuat  Ma’ruf yang menjadi tersangka kasus pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat memiliki beberapa peran. Ia adalah warga sipil dan sopir eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo yang dikenal sangat loyal.

Tidak hanya ikut berperan dalam pembunuhan Brigadir J, Kuat juga dituduh memfitnah Brigadir J hingga akhirnya membuat ajudan Ferdy Sambo itu tewas.

Terlepas dari hal itu, setelah rekonstruksi pembunuhan Brigadir J, tersiar kabar bahwa Kuat Ma’ruf dan Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi diduga mempunyai hubungan spesial.

Hubungan inilah yang disebut-sebut menjadi awal mula terjadinya peristiwa pembunuhan itu. menurut mantan pengacara Bharada E, Deolipa Yumara, sesaat setelah Kuat dan Putri diduga terpergok oleh Brigadir J, Kuat langsung menghasut Sambo.

“Kuat Ma’ruf dan Putri Candrawathi ketahuan Making Love, lalu putri yang panik lapor ke Ricky Rizal (RR) supaya datang,” kata Deolipa.

Fakta-fakta Tentang Kuat Ma’ruf

1. Menghubungi Polisi Setelah Brigadir J Tewas

Kuat menelpon Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Rhekynellson Soplanit untuk datang ke tempat kejadian perkara (TKP) penembakan Brigadir J. TKP diketahui berada di rumah Ferdy Sambo di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan.

“Salah satunya, Kasat Reskrim Polres Jaksel yang hadir pertama di TKP pukul 17.30 WIB, pada saat itu yang bersangkutan dihubungi driver saudara FS (KM),” ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi III DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (24/8/2022).

2. Sempat Mau Melarikan Diri

Skenario pembunuhan Brigadir J akhirnya terbongkar. Tim Khusus (timsus) Polri pun menetapkan Ferdy Sambo, Bharada E, Bripka Ricky Rizal (RR), Kuat Ma’ruf dan Putri Candrawathi sebagai tersangka.

Status tersangka itu pun membuat Kuat terpojok. Bahkan kata Sigit, Kuat sempat ingin melarikan diri setelah kasus ini terbongkar.

“Tersangka Kuat Ma’ruf sempat mau melarikan diri. Namun, berhasil kami tangkap,” ucap Sigit.

Lihat Juga: Putri Candrawathi, Istri Ferdy Sambo Jadi Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J

3. Membantu Pembunuhan Brigadir J

Kuat Ma’ruf dijadikan tersangka karena diduga ikut membantu dan menyaksikan peristiwa penembakan terhadap Brigadir J.

“KM membantu dan menyaksikan penembakan korban,” ungkap Kabareskrim Komjen Agus Andrianto dalam jumpa pers, Selasa (9/11/2022).

4. Sempat Dikira Skuad Lama

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan ‘Skuad’ yang melakukan pengancaman pembunuhan pada Brigadir j ternyata adalah Kuat Ma’ruf. Hal ini disampaikan Choirul saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPR.

“Kami komunikasi dengan Vera (pacar Brigadir J) keterangan cukup detail salah satu intinya bahwa betul tanggal 7 malam kan kematian tanggal 8, memang tanggal 7 ada ancaman pembunuhan,” jelas Choirul Anam.

Dari informasi itu, Komnas HAM terus melakukan pendalaman, siapa yang mengancam Brigadir J. saat itu, Vera mengatakan ancaman dilakukan oleh ‘Skuad’. Tetapi Vera tidak tahu siapa sosok ‘Skuad’ yang mengancam Brigadir J.

“Siapa yang melakukan? Vera bilang oleh skuad. Skuad ini siapa, apa ADC apa penjaga, sama sama tidak tahu, saya juga tidak tahu,” beber Anam.

Lihat Juga: Ferdy Sambo Tersangka, Kabareskrim: Ancaman Hukuman Mati

“Ujungnya nanti kita tahu bahwa skuad yang dimaksud itu adalah Kuat Ma’ruf. Si Kuat, bukan skuad penjaga ternyata,” lanjutnya.

5. Larang Brigadir J Bertemu Putri Candrawathi

Choirul Anam membeberkan, bahwa Brigadir J dilarang menemui Putri Candrawathi yang kala itu berada di lantai atas, karena akan menyebabkan istri Ferdy Sambo itu sakit. Jika Brigadir J nekat menemui Putri, ia diancam akan dibunuh.

“Jadi Yosua dilarang naik ke atas menemui ibu P karena membuat ibu P sakit, kalau naik ke atas akan dibunuh. Jadi komunikasi tanggal 7 malam,” kata dia.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top