News

Sri Wahyumi, Eks Bupati Taulud Kembali Diciduk KPK

Sri Wahyumi Kembali Dijadikan Tersangka Oleh KPK

Sri Wahyumi, mantan Bupati Kepulauan Taulud batal menghirup udara bebas. Ia kembali dijadikan sebagai tersangka oleh KPK pada Kamis (29/4/2021). Kali ini Sri dijadikan KPK atas kasus dugaan korupsi penerimaan gratifikasi oleh penyelenggara negara soal proyek infrastruktur di Kab Kepulauan Taulud 2014-2017.

Ini adalah perkara ke-2 bagi Sri Wahyumi Maria Manalip. Karyoto, Deputi Penindakan KPK mengatakan kasus Sri kali ini adalah hasil pengembangan dari kasus sebelumnya. Yaitu kasus suap lelang proyek revitalisasi Pasar Lirung dan Pasar Beo tahun 2019.

“Kasus ini merupakan yang kedua Sri Wahyumi Maria dijadikan sebagai tersangka,” tutur Karyoto, Kamis (29/4/2021).
“Pengembangan kasus ini merupakan salah satu dari banyaknya contoh kasus yang berawal dari kegiatan tangkap tangan,” tuturnya.

Kembali Jadi Tersangka Usai Menjalani 2 Tahun Penjara

Terkait penetapan kedua ini, Sri Wahyumi ditahan oleh KPK. Ia kembali ditahan hanya dalam hitungan jam setelah dinyatakan bebas dari hukuman atas kasus pertamanya. Menurut KPK, ia bebas dari Lapas Wanita Klas II-A Tangerang pada Rabu (28/4/2021).

Sebelumnya, Bupati Taulud periode 2014-2019 itu telah menjalani masa hukuman 2 tahun bui terkait kasus suap sebelumnya. Ia dieksekusi oleh Jaksa KPK pada 26 Oktober 2020, setelah MA mengabulkan peninjauan kembali yang diajukannya.

Dalam putusannya, Mahkamah Agung memangkas masa hukuman mantan politikus PDIP itu dari sebelumnya 4 tahun 6 bulan jadi 2 tahun kurungan.

Lebih lanjut, Karyoto mengatakan penetapan Sri Wahyumi kembali jadi tersangka setelah melalui proses penyelidikan. KPK telah mengumpulkan informasi dan data hingga memenuhi data permulaan yang cukup untuk menetapkannya menjadi tersangka.

Lihat Juga: Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Anjlok, Mahfud MD: Sudah Saya Duga!

KPK menyebut, selama penyidikan setidaknya 100 orang saksi telah diperiksa. Selain itu KPK juga menyita sejumlah dokumen dan barang elektronik yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Kasus yang menjerat Sri Wahyumi itu, kata Karyoto, menjadi pengingat sekaligus peringatan untuk seluruh kepala daerah sebagai penanggungjawab anggaran di daerahnya. KPK berharap, para kepala daerah dapat melaksanakan tugasnya dengan tanggungjawab dan penuh integritas.

“Karena, KPK akan tetap dan selalu berkomitmen menumpas korupsi sampai ke akarnya. Tenaga kami tak akan habis hingga Indonesia bebas dari korupsi,” kata Karyoto.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top