News

Suhendra si ‘Ayah Sejuta Anak’ Terancam 15 Tahun Kurungan Penjara

Suhendra

Kisah Suhendra (32) sempat viral di media sosial karena aksi sosialnya merawat bayi yang ‘terbuang’. Suhendra yang dikenal dengan sebutan ‘Ayah Sejuta Anak’ ini mengklaim telah menampung 55 bayi yang rata-rata berasal dari ibu hamil tanpa suami.

Dalam sebuah wawancara khusus dengan detikcom untuk program ‘Sosok’ beberapa waktu lalu, Suhendra ‘Ayah Sejuta Anak’ mengaku menampung puluhan bayi itu secara ikhlas. Ia juga mengaku merawat dan membiayai bayi-bayi tersebut.

Banyaknya kasus pembuangan bayi hasil aborsi yang ia temui, mendorongnya untuk membuat aksi. Ia bertekad untuk mencegah agar masalah serupa tidak terus bertambah.

“Waktu itu saya menyaksikan sendiri ya, anak dibuang, meninggal dunia. Nah dari situ, kenapa sampai dia dibuang? Kenapa sampai meninggal dunia? Dan yang rata-rata ibu hamil lakukan ketika dia punya anak, dia buang, dia sangkanya masalahnya selesai, ternyata tidak,” tutur Hendra saat ditemui tim detikcom untuk program Sosok (26/6/22).

Tapi siapa sangka, ada motif ekonomi dibalik aksi ‘Ayah Sejuta Anak’ ini. Polisi menangkap Suhendra atas dugaan perdagangan orang dan aborsi ilegal.

‘Ayah Sejuta Anak’ Diduga Jual Bayi

Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin mengatakan Suhendra ‘Ayah Sejuta Anak’ ditangkap atas dugaan perdagangan bayi. Polisi bergerak setelah mendapatkan informasi adanya dugaan perdagangan anak tersebut dan menangkapnya di Ciseeng, Kabupaten Bogor.

“Modus yang dilakukan oleh pelaku dengan mengiming-imingi atau mengumpulkan ibu hamil, kemudian selanjutnya setelah proses persalinan, anaknya akan diserahkan kepada orang yang mengadopsi anak tersebut. Namun proses adopsinya sendiri dilakukan secara ilegal,” ujar Iman dalam jumpa pers di Mapolres Bogor, Jl Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, Rabu (28/9/2022).

Iman mengatakan pengadopsi dimintai sejumlah uang. Suhendra, kata Iman, mengatasnamakan Yayasan Ayah Sejuta Anak.

“Orang yang mengadopsi diminta sejumlah uang Rp 15 juta dari setiap satu anak yang diadopsi pelaku. Pelaku mengatasnamakan Yayasan Ayah Sejuta Anak,” tuturnya.

Adopsi Anak Secara Ilegal

Suhendra ‘Ayah Sejuta Anak’ menampung ibu-ibu hamil. Setelah ibu melahirkan, bayi tersebut kemudian diambil oleh Suhendra.

Suhendra kemudian mencari orang tua asuh yang akan mengadopsi anak. Akan tetapi, proses adopsi itu dilakukan tanpa prosedur yang benar atau ilegal.

“Padahal setelah persalinan selesai, anaknya diambil dan dicarikan lagi siapa yang mencari orang tua asuh dengan menyerahkan dengan dibalut mekanisme adopsi,” ungkap Iman.

Suhendra

Perdagangan Orang Berkedok Yayasan

AKBP Iman menjelaskan Suhendra ‘Ayah Sejuta Anak’ melakukan perdagangan anak dengan berkedok yayasan. ‘Ayah Sejuta Anak’ membuat konten di media sosial seolah-olah menawarkan bantuan untuk menampung ibu hamil tak bersuami.

“Pelaku menggaet calon korban melalui medsos dengan dibalut Yayasan Ayah Sejuta Anak. Yang bersangkutan menawarkan seolah-olah penampungan ibu-ibu hamil yang tidak memiliki suami atau pasangan. Kemudian ditawarkan juga diberi bantuan saat proses persalinannya,” kata Iman.

‘Ayah Sejuta Anak’ meyakinkan para ibu yang hamil diluar nikah akan dibiayai persalinan. Padahal, biaya persalinan ditanggung BPJS korban.

“(Biaya persalinan menggunakan) BPJS milik korban,” kata Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin saat dihubungi, Rabu (28/9/2022)

‘Ayah sejuta anak’ juga diduga memalsukan dokumen administrasi, diantaranya dokumen untuk prosedur persalinan ke rumah sakit.

“Surat-surat dokumen buat ke rumah sakit juga dipalsukan sama Tersangka,” ujarnya.

Motif Keuntungan Ekonomi

Polisi juga mengungkapkan ‘Ayah Sejuta Anak’ tak benar-benar tulus membantu merawat bayi-bayi tersebut. Polisi mengungkapkan adanya motif ekonomi di balik aksi sosial Suhendra ‘Ayah Sejuta Anak’ ini.

“Iya untuk kepentingan pribadi dengan melihat peluang,” ujar Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin saat dihubungi detikcom, Rabu (28/9/2022).

Iman mengatakan sejauh ini baru satu anak yang diketahui diperdagangkan oleh Suhendra ‘Ayah Sejuta Anak’. Modusnya dilakukan dengan menawarkan adopsi kepada orang tua asuh.

“Yang terjual baru satu Rp 15 juta menurut dia,” katanya.

Terancam 15 Tahun Penjara

Saat ini Suhendra ditahan di Polres Bogor. Polisi masih akan melakukan pengembangan terkait tindak pidana tersebut.

“Saat ini tersangka sedang dalam penyidikan, kami terus melakukan pengembangan terkait dugaan jaringan lainnya. Mudah-mudahan bisa berkembang atau mungkin ada pidana lain yang menyertai dari perbuatan tersebut,” ujarnya.

Atas kasus ini, Suhendra dijerat dengan Pasal 83, Pasal 76 huruf F UU 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 dengan ancaman pidana minimal 3 tahun, maksimal 15 tahun penjara, denda maksimal Rp 300 juta.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top