News

Sumur Resapan Lebak Bulus Diaspal, PDIP Sebut Dibuat Asal-asalan

Sumur Resapan Lebak Bulus Diaspal, PDIP Sebut Dibuat Asal-asalan

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono mengkritik pembangunan sumur resapan yang kemudian diaspal di Jl Lebak Bulus III, Jakarta Selatan. Gembong mengatakan proyek yang dibangun Pemprov DKI itu asal-asalan.

“Iya emang itu proyek asal-asalan kok. Saya sudah cek ke lokasi itu, saya tahu itu yang di Lebak Bulus,” kata Gembong, Sabtu (4/11/2021).

Gembong kemudian menyoroti anggaran pembangunan sumur resapan yang banyak. Dia menyayangkan proyek yang dibangun Permprov DKI itu seolah tidak mengacu pada pemecahan masalah.

“Anggaran untuk bangun sumur resapan itu mencapai Rp 416 miliar. Dan, itu dibuatnya menurut saya asal-asalan dan jangan-jangan jadi proyek bancakan. Karena, faktanya di lapangan saya temukan banyak kasus seperti itu,” papar dia.

Politikus PDIP itu mengakui keseriusan Pemprov DKI dalam menangani persoalan yang ada, termasuk banjir. Namun, dia menilai proyek sumur resapan yang kemudian diaspal di Jl Lebak Bulus III, Jakarta Selatan itu  tidak efektif memberikan solusi.

“Jelas, karena ini seperti mengejar proyek. Kalau dibilang serius, ya serius banget. Tapi tidak memprioritaskan kepada solusi persoalan banjir. Jadi anggaran itu tidak efektif kalau dilihat pekerjaannya seperti itu,” terang Gembong.

Politikus PDIP itu juga mengkritik sumur resapan yang dibangun di atas trototar. Menurut dia, tata letak pembangunan sumur resapan semacam itu tidak tepat.

“Banyak juga pengerjaan yang dilakukan di atas trotoar jalan. Padahal air itu tidak mengalir ke sana,” tambahnya.

Gerindra Jawab Kritik PDIP

Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta Syarif menanggapi kritik dari PDIP terkait pembangunan sumur resapan yang kemudian diaspal di Jl Lebak Bulus III, Jakarta Selatan. Syarif mengatakan perbaikan sumur resapan merupakan tanggung jawab pihak ketiga.

“Iya, kalau ada sumur resapan tidak baik dan tidak bagus itu kan menjadi tanggung jawab pihak ketiga dan harus segera diperbaiki,” ungkap Syarif, Sabtu (4/11/2021).

Syarif mengatakan segala pembangunan proyek membutuhkan proses. Menurut dia, pembangunan sumur resapan bermanfaat untuk mengurangi risiko genangan air dan banjir.

“Dalam suatu proses pengerjaan di mana pun itu perlu proses dan tidak ujug-ujug jadi. Karena, pendapat dari Sudin SDA Jakarta Selatan, pada saat itu, yang kita terima proses pemadatannya tanah kurang kan. Karena ada lalu lintas juga di sana,” terangnya.

Syarif mengaku tidak mempermasalahkan kritik yang disampaikan oleh PDIP terkait pembangunan sumur resapan yang kemudian diaspal di Lebak Bulus. Politikus Gerindra itu mengatakan kritikan dan masukan harus diterima.

“Saya tidak menyalahkan teman-teman PDIP melakukan kritik itu, tidak. Tetapi itu sebagai masukan harus diterima. Memang, di Lebak Bulus itu karena konstruksi tanahnya saja yang labil. Masa iya kita paksakan. Jadi itu betul yang disampaikan oleh teman-teman PDIP,” sambungnya.

Melihat Proses Pembangunan Sumur Resapan Lebak Bulus

Untuk diketahui, sumur resapan di Jl Lebak Bulus III, Jakarta Selatan dibangun di badan jalan, pada 30 November lalu. Akibatnya, permukaan aspal menjadi retak dan tidak rata. Kendaraan yang melintas, terutama yang roda dua, pun menjadi terganggu bahkan berbahaya.

Beberapa hari kemudian, tepatnya pada Jumat (3/12), ruas jalan yang terdapat sumur resapan itu diaspal. Bahkan, sebagian lokasi sumur resapan tidak lagi tampak dan tidak ada lubang airnya.

Keesokan harinya, pada Sabtu (4/12), petugas melakukan pengeboran aspal baru untuk membuat lubang di sumur resapan. Ini bertujuan agar air bisa masuk ke dalamnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top