News

Tabrakan Beruntun Maut 13 Kendaraan di Tol Pejagan-Pemalang, Satu Korban Tewas

Tabrakan Beruntun

Asap tebal dari pembakaran lahan, 13 kendaraan mengalami tabrakan beruntun di ruas tol Pejagan-Pemalang tepatnya di KM 253 A.

Asap tebal dari pembakaran lahan, 13 kendaraan mengalami tabrakan beruntun di ruas tol Pejagan-Pemalang tepatnya di KM 253 A. Akibatnya, satu orang tewas dalam kecelakaan tersebut.

Direktur lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Tengah (Jateng), Kombes Pol Agus Suryo Nugroho, mengatakan kecelakaan lalu lintas beruntun itu karena di pinggiran jalan tol ada pembakaran ilalang atau rumput yang mengakibatkan jalan gelap. Akibatnya, pengendara yang melaju terganggu pandanganya dan terjadi kecelakaan saat melakukan pengereman dan terjadilah tabrakan beruntun.

“Peristiwa kecelakaan itu terjadi kategori satu arah beruntun. Akibat [penyebab kecelakaan] pandangan pengemudi terhalang oleh asap. Sementara yang bisa saya sampaikan itu,” kata Agus saat dihubungi Minggu (18/9/2022) petang.

Agus menyampaikan saat ini pihak kepolisian telusuri apakah pembakaran rumput di pinggir Jalan Tol Pejagan-Pemalang, masuk Desa Kluwut, Kecamatan Bulakambang, Kabupaten Brebes, itu dibakar atau terbakar.

Lebih lanjut, dia membenarkan terkait adanya satu orang yang diketahui meninggal dunia (MD) dari peristiwa kecelakaan beruntun yang melibatkan 13 kendaraan bermotor itu. Namun, untuk luka berat maupun luka ringan lainnya, pihaknya masih mengidentifikasi lebih lanjut.

Kecelakaan beruntun ini juga viral di media sosial yang satu di antaranya diunggah akun Twitter @Iwangln. 

Dari video yang diunggah, terlihat asap tebal membuat jarak pandang di sekitar tol tersebut berkurang. Agus mengungkapkan asap yang mengepul itu akibat adanya pembakaran rumput di luar jalan tol.

“Kecelakaan terjadi karena di pinggiran tol ada pembakaran rumput yang membuat jalan gelap dan mengakibatkan tabrakan beruntun,” ucapnya.

Adapun data kendaraan yang terlibat tabrakan beruntun adalah sebagai berikut:

1. Kendaraan mobil Fortuner H 1236 IP

2. Kendaraan mobil Avanza B 1674 EVM

3. Kendaraan mobil Avanza H 8538 YP

4. Kendaraan mobil Honda Civic AG 1870 ME

5. Kendaraan mobil Expander AB 1125 UP

6. Kendaraan mobil Inova G 9133 QC

7. Kendaraan mobil Ertiga B 1781 DS

8. Kendaraan mobil Calya B 1466 UIK

9. Kendaraan mobil truk boks B 9076 UCG

10. Kendaraan mobil Xenia B 1301 BK

11. Kendaraan mobil Expander H 8538 YP

12. Kendaraan mobil Chevrolet spin D 1782 XU

13. Kendaraan mobil Innova

Sementara itu, Kaor Bin Ops Satlantas Polres Brebes, Ipda Syaiful menambahkan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan evakuasi dan melakukan pengaturan lalu lintas di lokasi kejadian tabrakan beruntun tersebut.

“Untuk situasi lalu lintas saat ini terpantau ramai lancar yaitu dari arah Jakarta menuju Semarangnya, dari Satlantas Polres Brebes masih melaksanakan evakuasi dan pengaturan lalu lintas demi mewujudkan Kamseltibcar lantas yang kondusif di ruas jalan tol,” ujar Syaiful.

“Diimbau kepada masyarakat atau pengguna jalan untuk tetap berhati-hati, utamakan keselamatan dan patuhi peraturan lalu lintas,” tutupnya.

Tabrakan Beruntun
Rekaman CCTV tabrakan beruntun di Tol Pejagan-Pemalang

Belajar dari tabrakan beruntun di Tol Pejagan-Pemalang

Berkaca dari peristiwa tabrakan beruntun tersebut, kabur asap memang mengganggu penglihatan pengemudi. Saat menerobos kabut asap, lakukan juga cara-cara aman berkendara. Berikut cara aman berkendara dikutip dari Jakarta Defensive Driving Consulting.

“Saat masuk area kabut asap, lampu utama dan lampu kabut wajib dinyalakan. Tapi untuk lampu hazard sebaiknya jangan dinyalakan, karena nggak bakal tembus,” ujar Instruktur dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, beberapa waktu yang lalu.

Jusri juga menyarankan kepada pengendara mobil untuk selalu membunyikan klakson kendaraan sebagai alat komunikasi, khususnya menghindari kejadian seperti tabrakan beruntun ini. “Sebab dengan membunyikan klakson, bisa memberi isyarat kepada pengguna jalan lain bahwa ada kita di situ.

Terakhir yang juga penting adalah mengatur batas kecepatan berkendara. Tidak ada aturan spesifik mengenai batas kecepatan aman saat melewati jalan penuh kabut asap. Dikatakan Jusri, yang bisa mengatur batas kecepatan aman itu adalah pengemudi sendiri.

“Kalau untuk jalan provinsi itu kan biasanya kecepatan maksimal dibatasi sampai 80 km/jam, namun ketika ada asap kabut kecepatan idealnya adalah 50 km/jam atau di bawah kecepatan itu. Tapi hal ini juga tidak bisa menjadi patokan, karena jarak pandang itu kan yang bisa merasakan pengemudinya langsung. Intinya harus tetap waspada dan jaga jarak aman saat melewati kabut asap,” pungkasnya.

Perlu diingat, batas kecepatan di tol dalam kota minimal 60 km per jam, lalu kecepatan maksimal berkendara yaitu 80 km per jam. Sementara itu, saat berkendara di tol luar kota batas kecepatannya minimal 60 km per jam dan maksimal mencapai 100 km per jam.

Sony juga mengatakan bahwa dalam kurun waktu tiga hingga empat detik dapat menentukan kemampuan manusia dalam merespon suatu hal. Maksudnya, pengemudi memiliki waktu yang cukup untuk mengantisipasi adanya bahaya dari lingkungan sekitar, terutama dari arah depan dan mobil butuh melakukan pengereman mendadak.

Asumsi dari perhitungan ini berdasarkan respons manusia yang membutuhkan 1,5 hingga 2 detik ditambah reaksi mekanik pengereman yang membutuhkan waktu antara 0,5 hingga 1 detik.

“Satu detik gaya momentum kendaraan, satu detik reaksi rem dan jalan, satu detik mewakili reaksi pengemudi (kaget, memindahkan telapak kaki dari pedal gas ke rem), satu detik safety factor,” ujar Sonny.

Baca juga: Profil Azyumardi Azra, Ketua Dewan Pers RI yang Wafat di Malaysia

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top