News

Tagar BoikotJNE Menggema Gegera Isu Sara Lowongan Kerja JNE

Tagar BoikotJNE Menggema Gegera Isu Sara Lowongan Kerja JNE

Warganet Twitter ramai-ramai meneriakan #BoikotJNE. Tagar BoikotJNE ini berawal dari sebuah poster lowongan kerja sebagai kurir JNE yang mempunyai syarat yang dianggap mengandung isu suku, ras, agama dan antara golongan alias SARA. Terkait hal ini, pelamar diwajibkan beragama Islam.

Sebuah akun Twitter pun mempertanyakan maksud poster itu kepada akun Customer Service Twitter JNE.

“Apa maksudnya @JNECare cuma mengutamakan karyawan hanya untuk yang muslim aja, apakah non muslim tak diakui di negeri ini?” kata @pencerah__, Selasa, (7/12/2021).

Hingga kini, unggahan tersebut telah mendapat lebih dari 200 komentar, lebih dari 260 retweet dan lebih dari 490 suka. Akun itu bahkan menyertakan hastag BoikotJNE dan menandai sejumlah kementerian.

Diketahui poster tersebut berasal dari Cabang JNE yang berada di Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah. Cabang tersebut dinaungi oleh CV Bangun Banua Lestari.

Akun netizen lainnya justru makin menantang JNE dengan hanya menerima pelanggan beragama Islam saja.

“Berani nggak? JNE sejalian tolak titipan paket dari non muslim? Bisa bangkrut kamu JNE,” tulis akun bernama @raihan_oo7.

Walau begitu, JNE mengeluarkan klarifikasi soal kegaduhan ini lewat akun resmi Instagram mereka. JNE mengatakan kejadian ini adalah pelanggaran standar operasional prosedur (SOP). Karena perusahaan menerapkan nilai perbedaan serta keberagaman.

Lihat Juga: Tagar Boikot JNE Menggema Di Twitter, Ada Apa Ya?

“JNE hadir di Indonesia selama 31 tahun dan dibangun oleh manajemen dan karyawan/karyawati yang berasal dari berbagai suku bangsa, ras dan agama,” tulis @jne_id dalam unggahannya pada Selasa (7/12/2021).

Perusahaan mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan berbagai kegiatan untuk pegawai dengan latar agama berbeda. Seperti pengiriman gratis Al Quran dan Alkitab, perjalanan umroh, santunan untuk panti asuhan Muslim, Kristiani, Buddha dan Hindu, hingga adanya konten ibadah Jumat dan Minggu.

Manajemen JNE menyampaikan pihaknya akan memberikan sanksi tegas. Sanksi berupa pemutusan hubungan kerja sama dengan pihak mitra maupun oknum karyawan jika terlibat dalam perkara ini.

“Oleh sebab itu manajemen JNE dengan tegas memberikan sanksi pemutusan hubungan kerja sama dengan pihak mitra serta terhadap oknum karyawan yang terkait dengan kasus ini bakal dilakukan pemutusan hubungan kerja,” terang JNE dalam keterangan tertulis, Rabu (8/12/2021).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top