News

Tak Sesuai Target, Banjir Jakarta Lebih dari 6 Jam, Ini Penjelasan Anies

Tak Sesuai Target, Banjir Jakarta Lebih dari 6 Jam, Ini Penjelasan Anies

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pernah menargetkan banjir di Jakarta akan surut kurang dari 6 jam, pada November 2020 lalu. Namun, target itu tampaknya tak berjalan dengan baik karena hari ini beberapa daerah di DKI Jakarta terendam banjir lebih dari 6 jam.

Menanggapi hal itu, Anies mengatakan hitungan 6 jam tersebut dimulai sejak hujan sudah reda dan air di sungai sudah surut. Menurutnya, banjir akan tetap terjadi jika kedua hal itu tidak ‘terpenuhi’.

“Jadi kita enam jam sesudah airnya di sungai surut, kembali normal. Atau enam jam sesudah hujannya berhenti. Nah, yang terjadi adalah hujannya berhenti, tapi aliran dari hulu masih jalan terus. Sehingga di situlah menjadi kendala tersendiri. Itulah sebabnya harus dua-duanya (terpenuhi)” jelas Anies, Sabtu (20/2/2021).

Anies menyebut salah satu penyebab banjir hari ini adalah mendapatkan kiriman air dari daerah lain. Daerah lain yang dimaksud adalah Bogor dan Depok.

“Kalau teman-teman lihat di bawah, bahwa air kiriman dari kawasan hulu dan kawasan tengah. Kawasan hulu itu kawasan Bogor, kawasan tengah itu kawasan Depok. Itu sekarang dalam perjalanan ke Jakarta. Nah, dalam perjalanan ke Jakarta itu tentu berdampak pada kawasan yang ada di sekitarnya,” lanjutnya.

Keselamatan Warga Terdampak Banjir Jadi Prioritas Utama

Anies mengatakan pihaknya saat ini memprioritaskan keselamatan warga yang terdampak banjir. Dia menegaskan pihaknya telah mengendalikan banjir dengan baik.

“Prioritas kita dalam situasi yang ekstrem seperti ini adalah keselamatan warga. Alhamdulillah, kawasan utama Ibu Kota tidak tergenang. Itu karena sejak tadi malam dikendalikan dari Manggarai. Sehingga, pengendalian pintu-pintu air berjalan dengan baik. Alhamdulillah, kawasan-kawasan utama yang terkait dengan protokol dan lain-lain terbebas dari genangan,” kata Anies.

Mantan Mendikbud itu kemudian membandingkan jumlah RT yang terdampak banjir dengan seluruh RT di DKI Jakarta. Dari perbandingan itu, didapatkan hanya ada 0,6 persen wilayah yang terendam banjir.

“RT yang terdampak jumlahnya 200 RT, dari total 30.070 RT. Jadi ada 0,6 persen tempat yang terdampak. Kemudian, ada 26 lokasi pengungsian, dengan total 329 KK dari total 2,4 juta KK yang ada di Jakarta,” tambah dia.

PDIP: Pemprov DKI Tak Lakukan Apa-apa

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono mengkritik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait banjir yang terjadi di beberapa titik di Jakarta. Menurut Gembong, Anies dan jajarannya sejauh ini tidak melakukan apa-apa terkait penanganan banjir.

“Pengentasan persoalan banjir, tapi kalau mau jujur, sudah hampir 3 tahun ini, Pemprov DKI tidak melakukan apa-apa, kecuali menjalankan program-program rutin, misalnya pengerukan waduk dan kali,” kata Gembong.

Gembong kemudian menyinggung soal janji kampanye Anies terkait penggusuran. Menurut dia, penataan pemukiman di daerah aliran sungai (DAS) dapat memberikan kontribusi positif bagi penanganan banjir di Jakarta.

“Pak Anies jangan tersandera janji kampanye, yang tidak akan melakukan penggusuran, namun mengorbankan warga lainnya. Padahal kalau penataan pemukiman di DAS dilakukan, dua pekerjaan sekaligus dapat dilaksanakan. Penanganan banjir iya, penataan pemukiman iya,” imbuh dia.

Sebelumnya, pada 4 November 2020, Anies berbicara kesiapsiagaan menghadapi musim hujan dan dampaknya. Dia menargetkan banjir yang terjadi di Jakarta surut dalam waktu 6 jam.

“Ini saya sampaikan sebagai arahan. Ada dua indikator suksesnya. Satu tidak ada korban, semua warga selamat. Dua, genangan harus surut dalam 6 jam,” tegas Anies, (4/11/2020).

To Top