News

Tak Terlaksana, Mahfud Temui Provokator Aksi ‘Jokowi End Game’

Tak Terlaksana, Mahfud Temui Provokator Aksi ‘Jokowi End Game’

Menko Polhukam Mahfud Md berbicara soal aksi ‘Jokowi End Game’ yang ternyata tidak terlaksana. Mahfud mengaku telah menemui provokatornya.

“Misalnya, hari kemarin dan hari ini, ‘wah ramai ada demo di seluruh Indonesia, akan demo besar-besaran, kepung Istana dan sebagainya’, ndak ada itu. Karena apa? Itu provokatornya kita temui,” kata Mahfud, Minggu (25/7/2021).

Mahfud juga mengatakan sejumlah orang yang berada di lokasi demo tidak memiliki niatan untuk ikut aksi. Mereka, kata dia, hanya ingin melihat aksi demo.

“Sehingga, kemarin yang datang demo itu menyatakan ke saya, mau menonton demo, bukan mau demo, gitu. Karena yang mau memimpin nggak datang dan tidak signifikan,” tegasnya.

Menko Polhukam itu menegaskan pemerintah tidak pernah mengistimewakan suatu kelompok. Dia juga mempersilakan masyarakat menyampaikan kritik kepada pemerintah.

“Oleh sebab itu, mari kita kerja sama. Kita tidak mengekslusifkan satu kelompok masyarakat. Mari semuanya bekerja sama. Tapi, kalau memang ada kritik-kritik, ya silakan saja, karena kita juga terbuka,” imbuhnya.

Hati-hati dengan Kelompok Tidak Murni!

Sebelumnya, Mahfud Md mewanti-wanti masyatakat untuk berhati-hati terhadap kelompok tidak murni. Dikatakan oleh dia, kelompok tidak murni ‘senang’ memanfaatkan keadaan untuk provokasi dan menentang kebijakan pemerintah.

“Ada kelompok murni dan ada kelompok tidak murni yang hanya ingin menentang saja, memanfaatkan situasi. Apapun yang diputuskan pemerintah itu diserang. Ada yang seperti itu. Kita harus berhati-hati karena kelompok yang seperti ini kelompok yang tidak murni. Selalu provokasi dan menyatakan kebijakan pemerintah selalu salah,” ucap Mahfud.

Di sisi lain, Badan Intelijen Negara (BIN) tidak memungkiri adanya kelompok tidak murni sebagaimana disebutkan Mahfud Md yang ‘senang’ memprovokasi masyarakat. BIN menegaskan terus mendeteksi keberadaan kelompok tersebut.

“BIN terus mendeteksi dan berkoordinasi melalui forum Komindo maupun Forkominda terkait dinamika penanganan Covid-19, termasuk mengantisipasi adanya kelompok kepentingan yang memprovokasi rakyat,” ungkap Deputi VI BIN Wawan Hari Purwanto, Minggu (25/7/2021).

“Masyarakat diimbau untuk tidak berdemonstrasi di masa pandemi karena rentan digunakan provokator untuk memperkeruh situasi, membangun ketidakpercayaan kepada pemerintah, bahkan menuntut Presiden Jokowi untuk mundur,” imbuhnya.

BIN Diminta Ungkap Penyeru Aksi ‘Jokowi End Game’

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PPP Syaifullah Tamliha meminta BIN mengungkap kelompok yang menyerukan rencana aksi ‘Jokowi End Game’ meski faktanya tidak terlaksana. Tamliha mengatakan mengungkap kelompok penyeru itu, rasa saling curiga tidak akan lagi muncul di tengah masyarkat.

“Sebaiknya BIN mengungkapkan saja kelompok tersebut kepada publik agar sesama anak bangsa tidak saling curiga yang akan membuat disharmoni di tengah kebhinekaan yang majemuk,” kata Tamliha, Minggu (25/7/2021).

Tamliha kemudian berbicara soal peran BIN yang menjadi ‘mata dan telinga’ Presiden Joko Widodo (Jokowi). Politikus PPP itu meminta BIN memberikan informasi terkait pandemi Covid-19 semurni-murninya kepada Presiden Jokowi.

“Selain itu, BIN sebagai mata dan telinga Presiden berkewajiban memberikan informasi tentang tingkat pandemi Covid-19 apa adanya. Dan, mengumpulkan para pakar pandemi, masalah sosial dan ekonomi masyarakat agar Presiden Jokowi bisa mengambil langkah yang tepat dan fokus agar Indonesia bisa segera keluar dari pandemi ini. Sehingga, akar masalah politis bisa dihindari,” terangnya.

Untuk diketahui, poster seruan aksi ‘Jokowi End Game’ belakangan ini ramai ‘menghiasi’ media sosial. Dalam poster itu, tertulis rencana aksi digelar kemarin Sabtu (24/7/2021). Namun, ternyata aksi itu tidak terlaksana.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top