News

Tax Amnesty Jilid II, Ekonom: Jokowi Ingkar Janji

Tax Amnesty Jilid II, Ekonom: Jokowi Ingkar Janji

RUU HPP (Rancangan Undang-undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan) telah disetujui DPR untuk jadi UU dan dapat mulai dijalankan tahun depan. Dalam RUU HPP tersebut, terdapat poin terkait tax amnesty jilid II bernama Pengungkapan Sukarela Wajib Pajak dan berlaku mulai 1 Januari 2022.

Menanggapi hal itu, Anthony Budiawan, Direktur Eksekutif Political Economy & Policy Studies (PEPS), menyebut adanya tax amnesty ke II ini Presiden Joko Widodo telah ingkar janji.

“Pastinya (ingkar janji). (Presiden Jokowi) pernah janji hanya sekali, kemudian diingkari dengan adanya tax amnesty ke-2. Ini perlu diingatkan jangan janji saja. Nanti terakhir, kemudian ada lagi. Jadi janjinya sudah tak dapat dipercaya,” ujar Anthony kepada detikcom, seperti dikutip loperonline.com, Kamis (7/10/2021).

Ia menilai tax amnesti ke-2 tak pantas, sebab mengampuni para ‘kriminal’. Menurutnya pengampunan ini juga merupakan bentuk ketidakadilan terhadap orang yang membayar pajak.

“Yang lain membayar pajak, kemudian yang ilegal itu diampuni boleh membayar dikit saja. Mereka melawan hukum kemudian diampuni,” tuturnya.

Lihat Juga: Alternatif dari Tax Amnesty Sudah Disiapkan Pemerintah

Lanjut Anthony, seharusnya apabila seseorang ketahuan menyelewengkan pajak maka harus dilakukan penegakan hukum. Bukan justru mengampuninya.

“Kan enak mereka, yang tak taak hukum diampuni, disuruh bayar yang nilainya lebih sedikit. Seharusnya dedenda, misal tertinggi bayar 30% mereka dedenda dua kali lipat menjadi 60%,” ucapnya.

Dalam rencana tax amnesty jilid II tersebut nantinya, wajib pajak dapat melaporkan harta bersih yang belum atau kurang dilaporkan sejak 1 Januari 1985 hingga 31 Desember 2015 melalui Surat Pernyataan kepada Dirjen pajak.

Sebelumnya, Indonesia pernah melakukan tax manesty pada 2016-2017 lalu. Saat itu Presiden Jokowi mengatakan para wajib pajak dapat memanfaatkan program ini karena hanya berlaku satu kali saja. Dengan jelas dan tegas Presiden Jokowi mengatakan tax amnesty hanya akan terjadi sekali dan tak akan terulang kembali.

“Kesempatan ini tak akan diulang lagi. Jadi tax amnesty merupakan kesempatan yang tak bakal terulang kembali, ini yang terakhir. Yang ingin gunakan silahkan, yang tidak maka berhati-hati,” ujar Jokowi dalam di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (1/7/2016) silam.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top