News

Tegas! Kapolri Minta Pinjol Yang Rugikan Masyarakat Disikat

Tegas! Kapolri Minta Pinjol Yang Rugikan Masyarakat Disikat

Topik terkait pinjaman online alias pinjol tengah menjadi perhatian setelah diantensi oleh Presiden Joko Widodo. Tidak lama setelah arahan Presiden, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan arahan tegas untuk sikat pinjol.

Sebelumnya, okowi menyinggung soal pinjol dalam acara pembukaan OJK Virtual Innovation Day 2021. Pembukaan yang digelar di Istana Kepresidenan ini turut dihadiri oleh Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisioner OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Awalnya Jokowi berbicara soal gelombang digitalisasi beberapa tahun terakhir yang makin dipercepat dengan adanya pandemi COVID-19.

“Kita melihat bank berbasis digital bermunculan, juga asuransi berbasis digital dan beragam e-payment harus didukung,” ujarnya seperti melansir dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (13/10/2021).

Di sisi lainnya, berkembangnya digitalisasi di dunia keuangan juga mendorong munculnya penyelenggara fintech, termasuk fintech Syariah. Inofasi fintech turut berkembang, dari ekonomi yang berbasis peer to peer sampai business to business.

Dari situ, Presiden Joko Widodo akhirnya menyinggung soal fintech peer to peer lending alias pinjol yang ternyata memicu banyak penipuan. Mereka juga menarik bunga tinggi.

“Tapi pada waktu bersamaan saya juga mendapatkan informasi banyak penipuan dan tidak pidana keuangan terjadi. Saya dengar masyarakat bawah yang tertipu dan terjerat bunga tinggi oleh pinjaman online yang ditekan dengan beragam cara untuk mengembalikan pinjaman,” ucap Jokowi.

Arahan Kapolri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajarannya untuk menindak tegas para pinjol illegal yang merugikan masyarakat. Perintah ini ia sampaikan untuk menindaklanjuti arahan dari Presiden. Sigit menjelaskan Presiden Joko Widodo memberikan perhatian lebih kepada kejahatan pinjol ini. Apalagi, lanjut Sigit, hal tersebut sangat merugikan masyarakat, khususnya di tengah kondisi pandemi saat ini.

“Kejahatan pinjol illegal sangat merugikan masyarakat jadi dibutuhkan Langkah penanganan khusus. Melakukan upaya pemberantasan dengan trategi preemtif, preventif atau represif,” ujar Sigit saat memberikan arahan kepada Polda secara daring di Mabes Polri seperti dalam keterangan tertulis, Selasa (12/10/2021).

Lihat Juga: Heboh Foto Selfie KTP Dijual, Kominfo Tindak Tegas!

Sigit menuturkan pelaku kejahatan pinjaman online seringkali menawarkan promosi yang menggiurkan sehingga menjadi salah satu alasan banyaknya korban dari kejahatan ini.

“Harus secepatnya dilakukan penanganan untuk memberi perlindungan pada masyarakat,” kata Sigit.

Di tengah pandemi saat ini, kata Sigit, para penyelenggara pinjaman online juga memanfaatkan kondisi masyarakat yang ekonominya terdampak. Akhirnya banyak yang tergiur untuk memanfaatkan jasa pinjaman online illegal ini.

Padahal, lanjut Kapolri, pinjaman online illegal ini sangat merugikan karena data diri korban bisa dimanfaatkan pelaku kejahatan jika telah membayar atau tak mampu melunasi pinjamannya. Yang lebih mirisnya, ada sejumlah kasus bunuh diri karena tak bisa melunasi pinjaman karena besarnya bunga dari pinjol illegal tersebut.

“Banyak pula dijumpai penagihan disertai ancaman. Bahkan pada sejumlah kasus ditemukan korban hingga bunuh diri karena bunga yang makin menumpuk dan tak bisa membayar,” tutur eks Kapolda Banten itu.

Terkait hal ini, Polri telah bekerja sama Bersama OJK, Bank Indonesia, Kemenkominfo dan Kementerian Koperasi dan UMKM untuk memberantas pinjaman online illegal.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top