News

Telan Anggaran 28 Miliar, Jalur Sepeda Sudirman-Thamrin Bakal Dibongkar

Jalur Sepeda Sudirman-Thamrin Bakal Dibongkar

Jalur sepeda Sudirman-Thamrin akhir-akhir ini jadi perhatian karena jalur permanen tersebut akan dibongkar. Sejak 2019 Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mengusulkan jalur sepeda, dengan rencana awal ada 63 km jalur sepeda yang ditargetkan selesai 2 tahun lalu.

“Kita berharap bakal dapat diselesaikan sebelum akhir tahun. Minggu lalu sudah usai workshop-nya,” kata Anies Baswedan di Gelora Bung Karno, Minggu (15/9/2019).

Tetapi belakangan, jalur sepeda yang berada di kawasan Sudirman-Thamrin paling disorot. Terbaru, jalur yang terletak di tengah pusat kota ini diminta untuk dibongkar. Berikut fakta-fakta terkait jalur sepeda yang membentang di kawasan Sudirman-Thamrin tersebut.

Jalur Sepeda Sementara Sepanjang 14 Kilometer

Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengatakan selama PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) diketahui pengguna sepeda semakin meingkat. Untuk mengurangi interaksi antara pejalan kaki dan pesepeda, Dishub membuat pop up atau jalur sepeda sementara di kawasan Sudirman-Thamrin.

Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo menuturkan jalur sepeda sementara tersebut bakal dievaluasi tiap pekannya.

“Tentu setiap hari Senin kami melaporkan ke ketua gugus tugas soal semua pelaksanaan ataupun evaluasi hasil pelaksanaan kebijakan transportasi,” kata Syafrin di Jl Jenderal Sudirman, Jakarta pada, Kamis (18/6/2020).

Jalur sepeda sementara tersebut membentang sepanjang 14 km di ruas Jalan Sudirman-Thamrin.

Lihat Juga: Dinobatkan Pahlawan Transportasi, Anies Baswedan Justru Dikritik Pakar

Jalur Sepeda Sementara Sudirman-Thamrin Dipermanen

Syafrin Liputo menuturkan jalur sepeda permanen tersebut bertajuk ‘Sabuk Nusantara’. Dan pot tanaman berbentuk rantai menjadi representasinya. Rantai disebut melambangkan sila ke-2 Pancasila.

“Jalur sepeda permanen Sudirman-Thamrin bertema Sabuk Nusantara dengan representasi pada pot tanaman sebagai pengaman jalur sepeda berbentuk rantai yang saling terkait,” kata Syafrin dikutip detikcom, Rabu (24/2/2021).

Jalur Sepeda Sudirman-Thamrin Menghabiskan Anggaran Rp 28 Miliar

Syafrin Liputo mengatakan, pembuatan jalur sepeda tersebut tak menggunakan APBD. Ia menerangkan jaur sepeda permanen tersebut nanti bakal memakai satu jalur di Jl Sudirman-Thamrin. Ia juga menegaskan pihaknya tak akan memotong trotoar yang sudah ada untuk jalur sepeda.

Jalur sepeda permanen tersebut juga bakal dibuat di kedua sisi. Yaitu di jalan Sudirman-Thamrin dari arah Bundaran Hotel Indonesia dan sebaliknya. Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria mengungkapkan pembangunan tugu sepeda menelan dana Rp 800 juta. Sementara jalur sepeda menghabiskan anggaran Rp 28 miliar yang diperoleh dari pihak ketiga.

Lihat Juga: Anies Banjir Kritik Gegera Proyek Tugu Sepeda Ratusan Juta

Berpolemik Dengan Road Biker

Walaupun jalur sepeda di Sudirman-Thamrin telah diberi pembatas, namun masih ada saja pesepeda yang berada di jalur kendaraan umum. Lalu disorot pula saat pesepeda road bike diberi acungan jari tengah oleh seorang pengendara motor.

Aksi pengendara motor tersebut ramai dibahas. Pemprov DKI pun akhirnya membuat kebijakan untuk memberikan ruang pada pesepeda road bike diperbolehkan melintas di Sudirman-Thamrin pada jam-jam khusus.

Road biker diperbolehkan melintas di jalur tersebut mulai pukul 05.00 hingga 06.30 WIB. Wagub DKI Jakarta Ahmad Roza Patria menegaskan, di luar jam tersebut, road bike hanya boleh melintas di jalur sepeda permanen.

Kini Diminta Dibongkar

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Sahroni meminta kepada Kapolri untuk mengintervensi polemik jalur sepeda yang berada di kawasan Sudirman-Thamrin tersebut. Ia menyebut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bida membongkarnya apabila diperlukan.

“Mohon sekiranya Pak Kapolri evaluasi terkait jalur permanen sepeda yang telah ada di Sudirman-Thamrin. Jangan sampai ada isu soal diskriminasi, baik sepeda road bike atau sepeda seli. Hingga terjadi kemarin ada memecah belah perkataan yang tak pantas disampaikan oleh sebuah komunitas,” tutur Sahroni dalam rapat, Rabu (16/6/2021).

Lihat Juga: Sentilan Anies Untuk Pihak Yang Lebih Dulu Umumkan Soal Road Bike

Selain itu, ia juga menyayangkan dijadikannya jalan umum sebagai jalur sepeda permanen yang hanya digunakan dua jam. Ia khawatir komunitas pengguna jalan lainnya, seperti komunitas motor, nanti akan meminta dibuatkan jalur khusus yang akhirnya merepotkan pemerintah.

Merespons hal tersebut, Listyo Sigit Prabowo setuju agar jalur sepeda Sudirman-Thamrin dibongkar. Kapolri mengatakan bakal studi banding ke negara yang memiliki jalur sepeda. Terkait jam dan lebar jalur sepeda, Kapolri bakal berkoordinasi dengan Kemenhub dan Pemprov DKI.

“Prinsipnya soal jalur sepeda, kami bakal terus cari formula yang tepat, kami sepakat untuk masalah yang permanen tersebut nanti dibongkar saja,” tutur Jenderal Sigit.

To Top