News

Tentang Buya Syafii Maarif, Pernah Jadi Guru hingga Tolak Jabatan di Istana

Buya Syafii Maarif

Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii Maarif meninggal dunia di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta. Beliau meninggal pada Jumat (27/5/2022) di usia 86 tahun.

Menurut rencana, Buya Syafii Maarif akan dikebumikan di Pemakaman Husnul Khotimah yang berada di Dusun Donomulyo, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo setelah sholat Ashar. Buya Syafii sebelumnya sempat mendapat perawatan di rumah sakit akibat serangan jantung ringan pada akhir Maret 2022 lalu.

Sosok Buya Syafii Maarif

Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai seorang sejarawan dan ulama moderat. Pria yang lahir di Minangkabau ini memulai karirnya sebagai guru di sekolah Muhammadiyah, Lombok, pada 1957 silam.

Dirinya juga pernah menjadi Dosen Sejarah dan Kebudayaan Islam di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta periode 1964-1969. Dia kemudian mengajar di IKIP Yogyakarta selama sekitar 27 tahun, Buya Syafii Maarif mengampu sejarah Asia Tenggara sampai filsafat sejarah.

Ia meraih gelar doktor dari Program Studi Bahasa dan Peradaban Timur Tengah di Universitas Chicago, Amerika Serikat, dengan disertasi ‘Islam as the Basis of State: A Study of the Islamic Political Ideas as Reflected in the Constituent Assembly Debates in Indonesia’.

Kemudian, ia mengawali karirnya di organisasi Muhammadiyah pada 1995 dengan menduduki jabatan Wakil Ketua PP Muhammadiyah. Karirnya menanjak saat dia menjabat sebagai Pimpinan Muhammadiyah periode 1998-2000.

Dalam kurun waktu dua tahun, Buya Syafii dinilai sukses mengantarkan Muhammadiyah menuju jalur khittahnya. Keberhasilannya itu membuat para peserta muktamar Muhammadiyah kembali memilihnya untuk menjabat sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2000-2005.

Setelah meninggalkan kursi Ketua Umum PP Muhammadiyah, Buya Syafii diketahui aktif di komunitas Maarif Institute. Selain itu, dia juga aktif menulis dan sudah menuangkan pikirannya ke dalam bentuk buku.

Pada November tahun 2006 lalu, Buya Syafii Maarif menjadi perbincangan setelah membela Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Ia mengatakan bahwa Ahok tak melakukan penistaan agama. Pendapatnya ini melawan pandangan mayoritas tokoh Islam di Indonesia lainnya.

Namanya juga tercatat pernah menolak tawaran Presiden RI Joko Widodo sebagai Dewan Pertimbangan Presiden pada tahun 2015 lalu.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top