News

Tentang Julianto Eka Putra, Motivator yang Kini Jadi Terdakwa Kasus Kekerasan Seksual

Julianto Eka Putra

Nama Julianto Eka Putra (JEP) kini menjadi sorotan setelah dirinya menjadi terdakwa kasus kekerasan seksual di Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu, Jawa Timur.

Julianto adalah pendiri SPI sekaligus motivator yang kini telah ditahan di Lapas Lowokwaru Malang. Kasus pelecehan seksual ini mulai jadi pembicaraan setelah dua orang korban diundang ke podcast Deddy Corbuzier dan menceritakan perbuatan Julianto Eka Putra.

Berikut fakta-fakta tentang pendiri Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) sekaligus motivator yang diduga melakukan kekerasan seksual.

1. Korban Ungkap Cara Julianto Jerat Mangsanya

Kemarahan publik terhadap Julianto makin memuncak, setelah dua korban pelecehan seksualnya membeberkan apa yang ia alami saat datang ke podcast Deddy Corbuzier.

Salah satu korban mengungkapkan, kerap terjadi pelecehan seksual di sekolah tersebut. Dia juga mengatakan masih banyak korban yang hingga kini takut untuk bersuara.

“Karena mereka takut pada karakter orangnya (Julianto),” ujar salah satu korban dikutip dari podcast Deddy Corbuzier, Rabu (13/7/2022).

Korban juga menceritakan, sebelum melecehkan korbannya, pelaku lebih dulu memberikan motivasi. Awalnya Julianto Eka Putra memberi afirmasi positif bahwa dia bisa jadi orang sukses, sehingga korban melihat Julianto sebagai orangtua yang harus diteladani dan turuti.

“Sampai akhirnya JE (Julianto Eka) melakukan hal aneh, JE rangkul saya, dia bilang anggap dia seperti ayah sendiri. Saya dipeluk, cium pipi saya, kening, kemudian dia cium bibir saya. Saya kaget nggak bisa ngapa-ngapain, saya diem aja,” kata Korban.

Lihat Juga: Mahasiswi Unri Ungkap Dugaan Pelecehan Dari Dekan

Selanjutnya, Julianto kembali memberikan motivasi kepada anak didiknya. Sebulan kemudian, korban mengaku telah diperkosa saat malam hari di asrama.

Di Pertemuan selanjutnya, Julianto kembali memotivasi anak didiknya. Selang sebulan, korban mengaku diperkosa di asrama saat malam hari.

2. Profil Singkat Julianto Eka Putra yang Sempat Tak Ditahan

Bukan saja sebagai motivator, Julianto juga merupakan pendiri sekolah SPI pada 2007 lalu yang berada di Kota Batu, Jawa Timur.

Ia lahir pada 8 Juli 1972 di Surabaya. Julianto disebut lulusan S1 jurusan ekonomi Universitas Surabaya. Namun baru-baru ini hal itu ditampik oleh Universitas Surabaya.

“Kami pastikan tidak ada alumni S1 Jurusan Ekonomi yang bernama Julianto Eka Putra. Yang bersangkutan juga tidak pernah tercatat sebagai mahasiswa Ubaya pada jenjang dan angkatan manapun,” ujar Direktur Marketing and Public Relations, Universitas Surabaya (Ubaya) Hayuning Purnama Dewi seperti mengutip dari laman liputan6, Rabu (13/7/2022).

Sebelumnya, Julianto sempat menjalani berbagai jenis pekerjaan seperti, sales vacuum cleaner, sales sepatu, berjualan keripik kentang hingga mengelola sebuah toko emas.

Lihat Juga: Dosen Unsri Terbukti Lakukan Pelecehan Lewat Chat, Ditahan 20 Hari

Hingga akhirnya pada 1 Juni 2007, dia berhasil mendirikan sekolah SMA Selamat Pagi Indonesia yang ditujukan bagi anak-anak kurang mampu.

Dari pengakuan korban, Julianto memiliki kenalan jenderal sehingga ia bisa lepas dari jeratan hukum.

3. Ditahan di Lapas Lowokwaru Malang

Julianto Eka Putra akhirnya ditangkap kepolisian dan ditahan di Lapas Lowokwaru Malang. Ia ditangkap di kediamannya yang berada di kawasan Citraland oleh petugas gabungan dari Kejati Jatim dan Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim.

Penangkapan Julianto pun tidak berjalan mulus karena sempat mendapat penolakan dan perlawanan dari pihak keluarga.

Kepala Kejati Jatim Mia Amiati menuturkan, Julianto ditangkap setelah Majelis Hakim menerbitkan surat penetapan melakukan penahanan.

“Perlu kami luruskan bahwa, tidak ditahannya terdakwa bukan adanya tebang pilih. Tapi kewenangan penahanan bukan ada pada kami, namun itu kewenangan majelis hakim,” ujar Mia, Senin (11/7/2022).

“Terdakwa tidak ditahan oleh penyidik, kemudian saat dilimpahkan ke kejaksaan juga tidak dilakukan penahanan, karena dianggap kooperatif. Dan usai dilakukan setelah tahap 2 langsung dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Malang,” lanjutnya.

Belakangan ketika persidangan berlangsung, Julianto beberapa kali kedapatan mengintimidasi beberapa saksi sebelum dihadirkan ke persidangan. Julianto Eka Putra diketahui membujuk keluarga korban supaya tak bersaksi di persidangan.

“Sehingga ada orangtua korban yang tiba-tiba datang, dan mengatakan mereka tidak perlu lagi ke persidangan dan mencabut kesaksiannya,” tutur Mia

Lihat Juga: Apakah Anak Anda Pernah Mengalami Pelecehan Seksual?

4. Terjerat Kasus Baru

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto mengatakan, pihaknya menerima limpahan kasus baru dari Polda Bali terkait dugaan kasus eksploitasi ekonomi anak.

“Jadi setiap orang dilarang menempatkan dan menyuruh melakukan eksploitasi ekonomi terhadap anak. Ancaman hukumannya disebutkan pidana penjara paling lama 10 tahun,” terang Kombes Dirmanto.

Dirmanto menuturkan, Julianto mempekerjakan anak-anak dalam berbagai kegiatan ekonomi.

“Sudah tersangka. Sekarang ada delik baru. Jadi ada sangkaan baru. Jadi kita berupaya untuk menindaklanjutinya yang disangkakan pada yang bersangkutan, polisi bekerja sesuai dengan apa yang menjadi laporan,” ucapnya.

6. Polda Jatim Buka Hotline Pengaduan

Dirmanto menyebut, sejauh ini ada enam korban yang semuanya adalah alumni sekolah SPI Kota Batu.

“Atas nama RB dan kawan kawan. Merupakan alumni Sekolah SPI. Untuk perlakuan eksploitasinya kami masih periksa karena pelimpahan. Yang bersangkutan ini sekolah dari tahun 2009 di SPI. Masih kami periksa,” ungkap Dirmanto.

Polda Jatim pun membuka hotline pengaduan bagi masyarakat yang merasa dirugikan atas perbuatan Julianto Eka Putra dapat melapor ke nomor telepon 0895343777548, Kanit Renakta Ditreskrimum Polda Jatim.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top