News

Tentang Tony Blair, Mantan PM Inggris yang Diminta Jokowi Promosikan IKN

Jokowi Minta Tony Blair Promosikan IKN Nusantara

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta eks Perdana Menteri Inggris sekaligus Dewan Penasehat Ibu Kota Negara (IKN), Tony Blair untuk mempromosikan IKN ke dunia internasional.

Keduanya bertemu di Istana Merdeka dengan didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan serta Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Dalam keterangan setelah mendampingi presiden, Luhut mengungkapkan, pertemuan itu membahas terkait perencanaan pemindahan IKN. Jokowi meminta Tony untuk ikut membantu mempromosikan IKN ke dunia internasional.

“Presiden minta Tony Blair dan Tony Blair kebetulan menawarkan diri juga untuk membantu promosikan ibu kota baru ini ke internasional,” kata Luhut dalam keterangan tertulis, Rabu (19/10/2022).

Lihat Juga: 10 Maret, Jokowi Lantik Bambang Susantono Jadi Kepala Otorita IKN

Siapa Tony Blair?

Dipercaya Jokowi menjadi Dewan Penasihat IKN, Tony Blair ternyata bukan orang sembarangan. Dia sudah cukup lama berkecimpung di dunia politik Inggris maupun internasional.

Menurut laman pemerintahan Inggris (gov.uk), ia mengawali karirnya di dunia politik Inggris dengan bergabung di Partai Buruh pada 1975. Kemudian pada 1983, dia sukses mengamankan kursi Sedgefield.

Setelah itu, Tony mendapatkan beberapa posisi di Kabinet Bayangan sebelum akhirnya menjadi Menteri Dalam Negeri Bayangan pada 1992.

Saat itu, dia dipandang sebagai sosok politikus jenis baru yang berkarisma, bisa dibilang ia adalah pemimpin oposisi terbaik era modern yang bahkan sukses melakukan reformasi ‘Klausul IV’ konstitusi Partai Buruh Inggris. Karena itulah, tidak mengherankan saat Partai Buruh berhasil memenangkan Pemilu 1997 di Inggris.

Pencapaian Besarnya Saat Jadi PM Inggris

Saat kepemimpinannya, sejumlah konstitusi penting berubah dengan cepat. Seperti devolusi Skotlandia dan Welsh, reformasi House of Lords, UU Hak Asasi Manusia dan UU Kebebasan Informasi.

Sementara salah satu pencapaian terbesarnya yaitu pada 1998 saat proses perdamaian Irlandia Utara mengalami kemajuan dengan tercapainya Perjanjian Jumat Agung.

Dalam politik luar negeri, dirinya jadi semakin yakin akan kebutuhan Inggris untuk semakin terlibat, bergabung dengan pemboman Amerika di Irak pada 1008. Selain itu, keputusannya untuk menerjunkan militer Inggris yang terbatas di Sierra Leone pada 2000 juga semakin menguatkan pemerintahan yang dipilih dengan sistem demokratis.

Berkat kepiawaian Tony Blair, ekonomi yang sehat serta penampilan buruh Partai Konservatif, pada Pemilu 2001 Partai Buruh kembali menang.

Lihat Juga: PKS Soroti Proyek IKN: Bahaya Kalau Dikebut!

Di masa jabatannya yang kedua, ia memprioritaskan Inggris untuk mempercepat reformasi publik. Hal ini terbentuk di tagihan Rumah Sakit Yayasan, Unit Pengiriman Perdana Menteri, Sekolah Akademi, biaya kuliah, dan ‘agenda pilihan’ lainnya yang dinilai bisa meningkatkan kualitas Inggris.

Selama periode kepemimpinannya yang kedua, Tony Blair juga ikut membantu Amerika untuk menangani kasus terorisme 9/11. Lalu, di masa jabatannya yang ketiga Tonny harus terlibat langsung dalam kasus pengeboman 7/7 di London.

Namun, Tony Blair mengakhiri masa pemerintahannya yang ketiga sebagai Perdana Menteri Inggris dengan mengundurkan diri pada 27 Juni 2007.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top