News

Terkait Gempa Mamuju, Berikut Hasil Analisis BMKG

BMKG berharap gempa Mamuju yang juga menggoyang kawasan Sulawesi Barat lainnya tidak makin membesar. Diketahui, gempa pada dini hari tadi bermagnitudo 6,2 yang artinya lebih besar dibanding gempada sebelumnya. Pada kamis (14/1) gempa juga terjadi di Mamuju, Majene dengan magnitudo 5,9.

Karena gempa yang terjadi pada dini hari tadi lebih kuat dari gempa sebelumnya, BMKG sementara ini menetapkan gempa dengan magnitudo 6,3 tersebut sebagai gempa utama.

“Mudah-mudah status ini tidak berubah dan akan meluruh, melemah hanya gempa susulan berkekuatan lemah dan stabil kembali,” harap Daryono, Koordinator Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG dalam keterangan resminya, Jumat (15/1).

Sebelumnya, Majene diguncang gempa berkekuatan magnitudo 6,2 pada 15 Januari 2021 pukul 01.28 WIB. Episenter gempa berada pada koordinat 2,98 LS dan 118,98 BT lebih tepatnya terletak di darat dan kedalaman 10 km.

Akibat dari gempa dini hari itu, bangunan dan berbagai fasilitas umum rusak berat. Gempa kerak dangkal tersebut terjadi karena aktivitas sesar aktif Mamuju-Majene Thrust. Jenis gempa tersebut diperoleh usai memperhatikan letak episenter dan kedalaman hiposesternya, baik pada gempa pertama maupun kedua.

“Mekanisme sesar naik tersebut mirip seperti pembangkit gempa Lombok 2018, yang mana bisa sesarnya membentuk kemiringan ke bawah daratan Majene,” terangnya.

Lihat Juga: Warga Pesisir Pantai Dihimbau Waspada Bencana Tsunami

Sama seperti gempa pertama pada Kamis kemarin, dampak gempa kedua pada dini hari tadi mengakibatkan guncangan. Goyangan gempa Majene dan Mamuju mencapai skala intensitas V-VI yang artinya memicu kerusakan. Sedangkan wilayah Palu, Mamuju Tengah, Mamuju Utara, dan Mamasa terguncang gempa dengan skala intensitas III-IV MMI yang artinya menyebabkan benda-benda terpelanting.

Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi dan Geofisika, sejak Kamis 14 Januari 2021 pukul 13.35 WIB hingga pagi hari, Jumat 15 Januari 2021 pukul 06.00 WIB tercatat 28 kali gempa susulan di Majene. Pihak BMKG akan terus melakukan pemantauan terkait aktivitas gempa dan melaporkannya kepada masyarakat. karena itulah masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan waspada.

Gempa susulan tersebut masih akan terus terjadi seperti umumnya pasca gempa kuat yang diikuti oleh rangkaian gempa susulan. Karena itulah masyarakat diminta untuk waspada akan terjadinya kemungkinan gempa susulan yang lebih kuat.

Masyarakat juga dihimbau untuk meninggalkan bangunan tempat tinggal yang telah rusak maupun yang rusak sebagian. Karena berpotensi roboh jika gempa susulan terjadi lebih kuat. Selain itu, warga yang berada di kawasan perbukitan dan tebing untuk semakin waspada karena gempa susulan signifikan bisa memicu tanah longsor.

Mengingat wilayah pesisir Majene pernah diterjang tsunami pada 1969 lalu, masyarakat yang tinggal di daerah pesisir diingatkan untuk waspada. Dihimbau untuk segera menjauh dari kawasan pantai saat terjadi gempa kuat tanpa menunggu peringatan dari BMKG. Masyarakat juga diminta untuk tidak terhasut hoaks terkait prediksi dan ramalan gempa Mamuju akan terjadi lebih besar dan disertai tsunami.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top