News

Terulang Lagi, Puan Matikan Mikrofon Anggota DPR Saat Paripurna

Puan Matikan Mikrofon

Puan Maharani jadi sorotan karena kembali mematikan mikrofon anggota DPR saat rapat paripurna. Aksi Puan matikan mikrofon ini bukanlah yang pertama kalinya. Sedikitnya ia sudah tiga kali melakukan hal itu saat memimpin rapat. Berikut ulasannya.

Saat Rapat Pengesahan Undang-undang Cipta Kerja

Momen pertama ketika Puan mematikan mikrofon ialah saat dia memimpin rapat Pengesahan UU Cipta Kerja, Oktober 2021.

Saat Puan memimpin rapat dan hampir memasuki waktu pengambilan keputusan, salah seorang anggota DPR dari Fraksi Demokrat, Irwan Fecho, mengeluarkan interupsi.

Kala itu, mikrofon Irwan tiba-tiba mati dan ia tidak bisa mengajukan interupsinya. Sebuah jepretan kamera menunjukkan bahwa Puan lah yang mematikan mikrofon tersebut.

Lihat Juga: Interupsi Diabaikan Puan, Legislator PKS: Bagaimana Mau Jadi Capres?

Sikap Puan itu pun kemudian memicu kritikan dari berbagai pihak. Ia dinilai tak etis sebagai pimpinan sidang. Tetapi, Puan mendapat pembelaan dari rekannya, Azis Syamsuddin, yang waktu itu menjadi Wakil Ketua DPR.

Menurut Azis, pada rapat tersebut, Fraksi Demokrat sudah diberi kesempatan interupsi hingga tiga kali. Dia membela tindakan Puan matikan mikrofon merupakan tugas dan kewajiban pimpinan sidang untuk menertibkan rapat.

Saat Rapat Persetujuan Jenderal TNI

Kejadian kedua yakni saat Puan Maharani memimpin rapat Persetujuan Jenderal TNI, Andika Perkasa, sebagai Panglima TNI. Hal ini terjadi pada November 2021 lalu.

Ketika itu, Anggota Komisi X dari Fraksi PKH, Fahmi Alaydroes, yang mengajukan interupsi. Selain itu, ia juga meminta kepada Puan agar tidak menutup rapat dan memberikan waktu sebentar kepada dirinya.

Lagi-lagi Puan tak menggubris dan mematikan mikrofon. Kemudian  dia langsung menutup rapat dengan mengetuk palu.

Puan Matikan Mikrofon Saat Paripurna

Hal serupa terjadi lagi saat rapat paripurna DPR yang berlangsung pada Selasa (24/5/2022). Saat mengetuk palu sebagai tanda selesainya rapat, salah satu anggota DPR dari Fraksi PKS, Amien AK, meminta Puan untuk memberinya waktu semenit.

Tetapi Puan tidak mau memberinya waktu, sebab rapat telah berlangsung selama tiga jam dan sudah masuk waktu sholat dzuhur.

“Kita sudah melaksanakan rapat paripurna hari ini selama alhamdulillah 3 jam, karenanya kita akan segera menutup rapat paripurna hari ini,” kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/5/2022).

“Karena sudah melewati 30 menit jadwal yang ditentukan pada masa pandemi Covid-19 dan sudah masuk dalam waktu salat zuhur. Yang terhormat anggota dewan, hadirin yang kami muliakan, dengan demikian,” sambung dia.

Lihat Juga: Interupsi Tak Digubris Berujung Permintaan Maaf PKS

Amien pun bersikeras meminta waktu untuk yang kemudian Puan memberikan waktu satu menit untuknya. Dia kemudian menyampaikan interupsi soal LGBT yang sempat jadi perhatian publik di podcast Deddy Corbuzier, dan berkibarnya bendera LGBT di kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris di Jakarta.

Setelah itu, diduga Puan matikan mikrofon Amien setelah tiga menit. Tidak lama setelah itu, Puan menutup jalannya rapat dengan disusul tepukan tangan para anggota DPR yang hadir.

“Dengan seizin sidang dewan maka izinkanlah kami menutup rapat paripurna dengan mengucap alhamdulillahi rabbil aalamiin,” tutup Puan.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top