News

Terungkap Alasan di Balik Pencopotan Baliho Habib Rizieq

Terungkap Alasan di Balik Pencopotan Baliho Habib Rizieq

Beberapa bulan lalu, publik dihebohkan dengan pencopotan baliho-baliho Habib Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta Pusat. Adalah Panglima Kostrad Letjen TNI Dudung Abdurahcman yang memerintahkan anggota TNI AD untuk mencopoti baliho-baliho tersebut.

Kini, Dudung mengungkapkan alasan di balik pencopotan baliho Habib Rizieq. Mulanya dia bercerita adanya pihak yang menggunakan dalil agama untuk ‘menyerang’ pemerintah.

“Kegiatan-kegiatan yang di Indonesia saya lihat sudah mulai dengan adanya pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan kepentingan politiknya, kepentingan pribadinya menggunakan dalil-dalil agama. Apa pun demonstrasinya, apa pun kehendaknya, bahkan menjelek-jelekkan pemerintah ini dengan dalil agama,” kata Dudung, Kamis (30/9/2021).

Menurut Dudung, fenomena semacam itu sangat berbahaya. Masyarakat, kata dia, bisa terdoktrin dengan dalil-dalil agama . Oleh karenanya, dia ‘terpanggil’ untuk mengentaskan fenomena tersebut.

“Melihat fenomena ini, saya merasa terpanggil. Saya sebagai TNI, hal-hal demikian kita tidak boleh diam karena cara-cara seperti ini yang sangat berbahaya. Karena, kalau sudah doktrin masuk ke dalam masyarakat dengan dalil agama, maka ini akan menjadi pertaruhan yang sangat luar biasa,” ungkapnya.

Alasan di Balik Pencopotan Baliho Habib Rizieq

Letjen Dudung kemudian mengungkapkan alasan melakukan penertiban baliho yang berisikan ajakan revolusi akhlak. Dudung menyoroti kelompok (yang dianggapnya) merasa paling benar dan selalu berseberangan dengan pemerintah.

“Yang terjadi beberapa bulan yang lalu ada kelompok-kelompok tertentu yang merasa paling benar, merasa yang paling bertakwa, merasa paling beribadah, sekan-akan merasa yang paling sempurna. Nah, ini yang tidak boleh. Seyogianya kita harus menghargai bagaimana kebijakan pemerintah, bagaimana kita berpegang teguh pada Pancasila dan UUD 1945,” ucap Dudung.

Dudung menyayangkan kelompok yang (saat itu) memasang baliho ajakan melakukan revolusi akhlak. Oleh karenanya, dia memerintahkan anggota TNI AD untuk melakukan pencopotan baliho tersebut karena jika dibiarkan (menurutnya) akan membahayakan.

“Ini banyak sekali kegiatan yang mereka lakukan dengan sesukanya sendiri. Salah satunya dengan memasang baliho dengan mengajak berjihad, mengajak revolusi akhlak dan sebagainya,” papar Dudung.

“Ini kan kalau dibiarkan mereka merasa paling benar sendiri, tidak mengikuti aturan yang berlaku di pemerintah. Oleh karenanya, TNI-Polri dan Satpol PP saat itu kita bertindak menertibkan sesuai dengan permintaan pemerintah daerah. Ini yang saya lakukan kalau nggak kita bertindak, ini akan berbahaya bagi kita semua,” sambungnya.

Pesan Dudung: Jangan Gampang Terprovokasi

Lebih lanjut, Panglima Kostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman berpesan kepada masyarakat akan tidak mudah terprovokasi dengan pihak provokator. Dia mengatakan pemerintah telah menjalankan program-program yang apik untuk negara Indonesia.

“Pancasila pegang teguh! Jangan mudah terprovokasi. Jangan mudah terpengaruh. Saya lihat bangsa kita sudah sangat bagus dengan program pemerintah yang luar biasa,” ujar Dudung.

Dudung menyayangkan adanya mantan pejabat yang meyebarkan provokasi di media sosial. Dia meminta hal itu disetop karena masyarakat dapat terprovokasi dengan pernyataan-pernyataan yang dilontarkannya.

“Hanya, segelintir orang yang karena ketidakpuasan, yang dulunya tidak ada jabatan kembali, kemudian berbicara di media sosial memprovokasi masyarakat. Janganlah seperti itu. Dulu pernah menjabat ya sudah, sekarang mari kita serahkan kepada generasi penerus. Kasihan bangsa ini kalau hanya sekadar kita salah berbicara, salah berucap yang (kena) dampaknya ke masyarakat,” paparnya.

Seperti diketahui, Dudung yang dulunya menjabat sebagai Pangdam Jaya memerintahkan TNI AD untuk menurunkan baliho Habib Rizieq. Aksi penurunan itu pun viral dan menjadi sorotan publik. Saat itu, Dudung meminta tidak ada kelompok yang ‘beraksi’ sesukanya sendiri dan merasa paling benar.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top