News

Terus Kejar Hacker Bjorka, Polri Yakin Bakal Gadeng Interpol Sampai FBI

Hacker Bjorka

Sampai saat ini sosok asli peretas atau hacker Bjorka masih misterius. Setelah sebelumnya Polisi salah tangkap, sebab mengira pria asal Madiun (MAH) dan Cirebon (MSF) adalah Bjorka. 

Sampai saat ini sosok asli peretas atau hacker Bjorka masih misterius. Setelah sebelumnya Polisi salah tangkap, sebab mengira pria asal Madiun (MAH) dan Cirebon (MSF) adalah Bjorka. 

Keduanya bukanlah Hacker Bjorka yang sebenarnya, meskipun salah satu diantaranya yaitu MAH dinyatakan sebagai tersangka karena telah menjual akun telegramnya dan membantu melancarkan aksi Bjorka. 

Upaya untuk menangkap hacker Bjorka, terus dilakukan pemerintah RI. Terkini, Polri mencoba berkoordinasi dengan FBI dan Interpol untuk menangkap keberadaan Bjorka yang disinyalir berada di luar negeri.

Hal ini diketahui karena hacker Bjorka sebelumnya sempat mencuit sebuah kota bernama Warsawa. Dimana Warsawa merupakan sebuah kota besar di Polandia. 

Dalam melancarkan aksinya melakukan jual beli data, Bjorka mengandalkan jaringan yang sudah dipastikan berada di Indonesia. Jaringan inilah yang memasok data ke Bjorka.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Republik Indonesia, Insinyur Jendral Dedi Prasetyo menyampaikan bahwa pihaknya bersama Tim Khusus atau Timsus tengah melakukan pendalaman untuk mengejar peretas Hacker Bjorka. Mabes polri juga mengaku tidak menutup kemungkinan akan menggandeng kepolisian internasional untuk membongkar identitas Bjorka. 

“Tidak menutup kemungkinan iya, kemungkinan juga akan bekerja sama dengan pihak-pihak luar,” kata Dedi saat ditanya wartawan di Gedung TNCC Polri, Trunojoyo, Jakarta Selatan Rabu 21 September 2022.

Dedi melanjutkan, tim khusus masih terus bekerja mengusut Bjorka. Timsus yang dipimpin Menko Polhukam Mahfud Md ini terdiri dari lintas lembaga, seperti Polri, BIN, BSSN, serta Kementerian Informasi dan Komunikasi. Sejauh ini timsus masih memerlukan pendalaman data secara scientific.

“Nanti kalau sudah ada perkembangan info akan disampaikan, Proses pembuktiannya ini juga perlu pendalaman dari sisi scientific oleh karenanya tidak terburu-buru,” jelas Dedi.

Sementara, pakar penyadapan dan keamanan siber Pratama D Persadha memberi masukan ke pemerintah RI, bahwa pada prinsipnya dalam penangkapan Bjorka, janganlah percaya terhadap akun-akun anonim yang tidak jelas kredebilitasnya.

Sekali lagi, pemerintah perlu mengambil hikmah dari kejadian Hacker Bjorka. Bahwa negara harus benar-benar perhatian terhadap keamanan siber

Belajar dari Hacker Bjorka: Indonesia Perlu Keamanan Cyber yang Komprehensif

Tak cuma satu, Bjorka menampilkan banyak data pejabat. Aksi ini dilakukannya setelah ia belakangan menyebarkan dan menjual 1,3 miliar data registrasi SIM Card, data PLN hingga IndiHome.

Anggota Komisi I DPR RI yang membidangi informasi, Christina Aryani, mendesak pemerintah membuat peta jalan keamanan siber di Indonesia. Ia menyesalkan persoalan kebocoran data saat ini justru jadi ajang lempar tanggung jawab antarlembaga.

“Kejadian berulang-ulang ini bukan tidak menjadi perhatian DPR RI. Secara pribadi kami berulang kali mendorong perlunya peta jalan untuk keamanan siber, namun sampai saat ini belum terlihat hasilnya. Bagi kami adanya roadmap keamanan siber akan membantu optimalisasi perlindungan siber di Indonesia,” kata Christina dalam pernyataannya

“Isu keamanan siber dan tentunya keamanan data yang belakangan ramai memberikan optimisme pada kita betapa masyarakat mulai paham akan penting dan berharganya data pribadi. Ini pertanda baik bangsa Indonesia terus beranjak naik kelas yang sejatinya juga harus diikuti dengan kerja keras pemerintah, memastikan seluruh perangkatnya memiliki kesadaran yang sama dengan masyarakat kita,” Pungkasnya.

Upaya untuk menjaga keamanan siber atau cybersecurity perlu didukung payung hukum yang komprehensif untuk memastikan keamanan ekosistem digital bagi para pemangku kepentingannya.

Hacker Bjorka
Perlunya Cyber Security yang lebih kuat bagi keamanan data warga Indonesia

Disisi lain, masyarakat yang dirugikan atas kebocoran dan penyebaran tanpa izin data pribadi para pengguna layanan telekomunikasi di Indonesia bersama Lembaga Bantuan Hukum Digital Informasi Teknologi (LBH Digitek). Tengah mempersiapkan gugatan secara online di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terhadap hacker Bjorka 

“Rencananya kami akan menurunkan tim terbaik yang telah mempunyai pengalaman atau rekam jejak digital melawan Facebook.inc Amerika dalam skandal kebocoran data pribadi dunia oleh cambridge analytica dari Inggris pada 2018 lalu,” ujar Sekjen LBH DIGITEK, Jemy Tommy, melalui keterangan resminya, dikutip dari Liputan6.com Selasa (20/9/2022).

Ia berharap hacker Bjorka tidak akan mangkir dari panggilan pengadilan dan menggunakan haknya membela diri di pengadilan secara online sesuai hukum.

“Kami tidak akan gentar, walau sistem online pengadilan bisa saja diretas oleh Bjorka,” imbuh Jemy.

Sementara Wakil Direktur Litigasi LBH DIGITEK Wenny Juliani menegaskan, pengambilan langkah ini dilakukan demi menegakkan hukum dan kedaulatan digital Negara Kesatuan Republik Indonesia, keamanan nasional bangsa dan keamanan warga negara Indonesia.

“Kami siap melawan siapapun yang berusaha untuk mengganggu kedaulatan digital yang jadi nawacita Presiden Jokowi sebagai bentuk peran serta masyarakat melalui LBH DIGITEK,” kata Wenny.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top