News

Testimoni Freddy Budiman Ditanggapi Mantan Pejabat BNN

Ketua KontraS Haris Azhar mengatakan bahwa ada oknum di kepolisian dan BNN yang bekerjasama dengan Freddy Budiman. Kabar tersebut didapat dari Freddy Budiman terpidana mati kasus narkoba.

Benny Mamoto mantan Deputi bidang pemberantasan BNN menanggapi pernyataan tersebut. dirinya menyesalkan adanya pernyataan tersebut. dikarenakan informasi yang didapat dapat menghancurkan institusi pemberantasan narkoba di Indonesia.

“Saya kasihan masyarakat sudah termakan isu dan menghujat institusi, kepercayaan publik jadi hancur kepada kita, padahal kita membangun kepercayaan publik itu tidak mudah,” ungkap Benny (30/7).

Selain itu Benny menegaskan bahwa testimoni Freddy Budiman tidak dapat dipertanggungjawabkan. Karena tulisan yang disebarluaskan oleh Haris Azhar tak dapat dibenarkan.

Pernyataan tersebut hanyalah upaya untuk dapat menarik perhatian. dirinya juga mempertanyakan apa maksud dari ungkapan yang Haris tulis.

“Kalau BNN mau nanya Freddy gimana caranya sekarang? Kenapa tidak diluncurkan 5 hari atau 10 hari sebelum eksekusi, kalau kayak gini mau nanya siapa?”, ujar Benny.

Dugaan Benny terkait dengan cerita dan pernyataan yang sengaja disebarluaskan oleh Haris karena sudah memperhitungkan dengan matang. Yakni Polisi dan BNN tidak akan bsa mengkonfirmasi pernyataan itu kepada Freddy Budiman.

“Haris Azhar tahu bahwa BNN dan Polisi tidak bisa konfirmasi ke Freddy, sengaja disebar saat eksekusi sudah dilakukan,” cap Benny.

Menurutnya, Haris hanya mencari sensasi saja. Karena itu masyarakat diminta lebih kritis menanggapi hal tersebut.

“Tolong tanyakan ke dia dan publik, kalau niatnya mau memberikan informasi pada aparat, harusnya saat Freddy masih hidup. Jangan saat Freddy sudah mati,” pungkas dia.

Jika Haris ingin melaporkan, Bennypun menunjukan prosedur pelaporan kepadanya.

“Langsung sampaikan surat, informasi, ketemu ‘BNN’ kek, langsung didalami bisa dikorek, bisa dikembangkan,” tegas Benny.

Benny menambahkan bahwa Freddy Budiman membawa dirinya dan orang BNN terbang ke Cina untuk menunjukan pabrik Narkoba. Hal tersebut tidak beralasan.

“Mana bisa BNN bawa napi keluar negeri, enggak boleh itu, enggak ada,” tutur Benny.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top