News

Tolak Impor 1 Juta Ton Beras, PDIP: Pikirkan Nasib Petani!

Tolak Impor 1 Juta Ton Beras, PDIP: Pikirkan Nasib Petani!

Anggota Komisi VI DPR RI yang membidangi perdagangan dari fraksi PDIP, Mufti Anam menolak rencana impor 1 juta ton beras. Mufti membeberkan sejumlah alasan mengapa Indonesia ‘tidak butuh’ impor beras.

“Rencana impor beras yang dinyatakan pak Mendag (Menteri Perdagangan, M. Lutfi) di saat yang tidak tepat. Pernyataan pak Mendag soal impor beras berbarengan dengan panen raya di banyak daerah. Kalau tujuan tujuan dari impor beras 1 juta ton itu untuk mencegah spekulan, justru rencana ini punya dampak merusak luar biasa bagi petani,” kata Mufti, Kamis (18/3/2021).

Mufti kemudian berbicara soal harga gabah yang semakin memperburuk nasib petani. Menurutnya, nasib petani akan lebih terpuruk lagi jika pemerintah betul-betul melakukan impor beras

“Harga gabah petani yang sudah tertekan, semakin tertekan dengan pernyataan Mendag bahwa pemerintah akan impor beras. Kemudian, di Jatim, di Pasuruan dapil saya, harga jual gabah kering panen (GKP) sudah di bawah HPP (Harga Pembelian Pemerintah) yang ditetapkan pemerintah,” terang dia.

Oleh karena itu, Mufti meminta pemerintah betul-betul memikirkan nasib para petani. Politikus PDIP itu lantas membeberkan mengenai produksi beras nasional di tahun 2020 yang mengalami kenaikan, sekalipun tidak signifikan.

“Jadi derita petani lengkap. Saat tanam susah pupuk bersubsidi, eh pas panen ada pernyataan pak Mendag, kita akan impor beras. Tolong pikirkan nasib petani!” ungkap Mufti.

“Rencana impor beras dari pak Mendag ini membuat petani semakin terdesak. Karena pada faktanya, produksi beras nasional kita tahun lalu sukses naik, meskipun tipis. Total 31,3 ton,” sambungnya.

Susi Pudjiastuti Ikut ‘Teriak’ Soal Impor 1 Juta Ton Beras

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti turut ‘berteriak’ soal rencana impor 1 juta ton beras. ‘Teriakan’ Susi ditujukan kepada Budi Waseso (Buwas) selaku Direktur Utama Perusahaan Umum (perum) Bulog.

Susi meminta Buwas menolak perintah impor beras lantaran panen di tahun ini sangat memadai.

“Pak Buwas, panen tahun ini sangat bagus. Jangan mau untuk impor. Please fight pak,” ujar Susi di akun Twitter-nya @susipudjiastuti, Kamis (18/3/2021).

Dua hari lalu, Susi juga mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyetop impor beras. Pasalnya, kata Susi, panen beras dari petani lokal sudah mencukupi.

“Pak Presiden yth. Mohon stop impor beras. Masyarakat masih ada yang panen, panen juga berlimpah,” pinta Susi.

Kata M. Lutfi Soal Impor Beras

Sebelumnya, Menteri Perdagangan, M. Lutfi menjelaskan rencana impor 1 juta ton beras bertujuan untuk menjaga stok beras nasional. Di sisi lain, impor beras juga bertujuan untuk mencegah para spekulan ‘awur-awuran’ dalam menentukan harga beras di lapangan.

Sebab, spekulan acap kali memanfaatkan minimnya stok beras dengan menaikkan harga dengan tidak wajar.

“Tidak boleh pemerintah ini didikte oleh pedagang, tidak boleh pemerintah dipojokkan oleh pedagang. Kita mesti punya strategi. Saya bilang ini bagian dari strategi memastikan harga stabil, bukan menghancurkan harga petani,” jelas M Lutfi, Senin (15/3/2021).

M Lutfi kemudian menegaskan pemerintah bisa saja tidak mengimpor beras dalam jumlah 1 juta ton. Sebab, kata dia, jumlah impor harus menyesuaikan dengan perkembangan kebutuhan beras nasional. Bisa saja, impor beras dilakukan kurang dari 1 juta ton.

“Pokoknya saya ingatkan ini adalah mekanisme pemerintah. Bukan berarti kami menyetujui suatu jumlah untuk impor, lalu serta merta itu diharuskan impor segitu. Tidak,” sambung dia.

To Top