News

Tuntut Permintaan Maaf Indonesia, Geert Wilders Diserang Netizen +62

Tuntut Permintaan Maaf Indonesia, Geert Wilders Diserang Netizen +62

Media sosial milik politikus sayap kanan negera Belanda, Geert Wilders, diserang netizen terkait kicauannya yang menolak permintaan maaf Perdana Menteri Mark Rutte terhadap rakyat Indonesia tentang kekerasan selama masa penjajahan.

Dalam kicauannya di Twitter, dengan menggunakan bahasa Belanda Politikus anti-Islam tersebut malah menganggap rakyat Indonesia yang seharusnya minta maaf pada negaranya,

Pasalnya, menurut Geert Wilders, selama era perang tersebut banyak tentara Belanda yang juga kehilangan nyawa, terutama pada periode 1945-1947. Dalam memori kolektif Indonesia, periode 1945-1947 terdapat peristiwa Agresi Belanda.

Lihat Juga: Sejarah Perang Banjar Melawan Belanda Lengkap

Sementara itu, Belanda mengenang periode tersebut dengan  sebutan ‘Periode Bersiap’ yang menurut sejumlah pihak di Negeri Kincir Angin banyak pasukannya tewas dalam periode tersebut.

Netizen Indonesia Banjiri Kolom Komentar Media Sosial Geert Wilders

Geert Wilders sendiri memang dikenal sebagai politikus yang anti Muslim dan anti-imigran. Selama ini, dia kerap mengkampanyekan bahwa Belanda akan lebih aman jika tidak ada imigran dan lebih banyak Muslim.

Padahal, pria berusia 58 tahun ini diketahui memiliki darah Indonesia. Salah satu nenek Wilders diketahui merupakan orang Jawa asal Sukabumi. Mendengar Tweet Wilders itu, netizen Indonesia pun langsung menyerbu kolom komentar Wilders di Twitter hingga di akun Instagram-nya @geertwilders.

Beberapa netizen mengomentari frasa “nitip sandal” untuk menyerangnya secara figuratif. Sebagian lain juga meminta Wilders untuk meminta maaf pada Indonesia dan siap-siap mendapat serangan dari netizen RI.

Lihat Juga: Latar Belakang Dekrit Presiden 5 Juli 1959

Dari pantauan LoperOnline.com, saat ini postingan Instagram terakhir Wilders telah dipenuhi oleh 2560 komentar dalam waktu dua jam dari yang sebelumnya komentar pada unggahan itu masih kurang dari 1000.

Sebelumnya, permintaan maaf Perdana Menteri Rutte kepada bangsa Indonesia jadi sorotan usai sebuah studi menyimpulkan Belanda melakukan kekerasan dengan sengaja dan sistematis pada masa penjajahan.

Pada studi yang dilakukan oleh peneliti Indonesia dan Belanda selama empat tahun tersebut, diketahui serdadu Belanda membakar desa-desa, menahan rakyat secara massal, penyiksaan dan mengeksekusi penduduk pada 1945-1949.

Menurut penelitian tersebut, kekerasan ekstrem ini dilakukan atas dukungan secara diam-diam dari pemerintah. Peneliti juga menyebut bahwa pihak Belanda mulai dari pejabat, pegawai negeri, politikus, hakim dan lainnya mengetahui soal kekerasan ekstrem serta sistematis tersebut.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top