News

Turki Gempur Suriah, AS Turun Tangan

Turki Gempur Suriah, AS Turun Tangan

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) tengah mempertimbangkan mengadopsi rancangan naskah yang dibuat Amerika Serikat, Kamis (10/10). Naskah tersebut berisi seruan agar Turki berhenti melakukan serangan terhadap pasukan Kurdi, YPG, dan kembali ke diplomasi.

Gulf Today melaporkan, pertimbangan ini muncul setelah DK PBB melakukan pertemuan darurat dengan lima anggota Dewan Eropa. Yaitu Prancis, Jerman, Inggris, Belgia, dan Polandia.

Dalam pertemuan tersebut, Dewan Eropa menyatakan tidak yakin dapat membuat keseluruhan anggota DK PBB setuju meminta Turki menghentikan operasi militer di Suriah. Menurut para diplomat, Rusia lah yang menjadi penghalang terbesar persatuan seluruh DK PBB.

Sementara itu, Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia mengatakan produk Dewan Keamanan harus mempertimbangkan aspek-aspek lain dari krisis Suriah, bukan hanya operasi Turki.

Turki Gempur Suriah, AS Turun Tangan

Lebih lanjut, Nebenzia mengatakan, “Itu harus berbicara tentang kehadiran militer ilegal di negara itu.” Hal ini diucapkannya merujuk kepada pasukan militer Amerika Serikat, Prancis, dan Inggris.

Diketahui, dalam naskah yang diusulkan oleh AS, DK PBB meminta Turki untuk mengandalkan saluran diplomatik dibanding militer untuk mencapai tujuannya. Naskah tersebut juga menyerukan adanya perlindungan warga sipil dan menegaskan bahwa pengembalian pengungsi harus atas dasar sukarela.

Adapun periode komentar dibuka hingga Jumat (11/10), setelah diplomat Rusia meminta waktu untuk berkonsultasi dengan pemerintah pusat di Moskow. Menurut para diplomat, periode ini akan menentukan apakah naskah akan dijatuhkan atau diadopsi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top