News

Ungkap Pembunuhan Munir dan Supersemar, Bjorka Berulah Lagi

Pembunuhan Munir

Bjorka memuncaki trending topic Twitter di Indonesia pagi ini dengan 84.400 tweet. Munir juga mencuat di trending topic Twitter dengan 17.800 tweet.

Hacker Bjorka berulah lagi, kali ini dia mengklaim telah menguak nalar pembunuhan Munir Said Thalid. Nama ‘Bjorka’ & ‘Munir’ juga jadi trending topic di lini masa Twitter di pagi hari ini, Minggu (11/9/2022).

Hal ini bermula banyak netizen yang menantang Bjorka buat mengungkap kasus pembunuhan Munir atau Supersemar.

Please help Indonesian people To investigate or disassemble a criminal case by munir and tragedy of KM50,please uncover who is the mastermind behind the murder thanks before. Tolong bantu orang Indonesia Untuk mengusut atau membongkar kasus pidana munir dan tragedi KM50 mohon diungkap siapa dalang pembunuhan tersebut terimakasih sebelumnya. Dikutip dari twitter @andryan1453 

Munir was a activist who was murdered and the case hasn’t been solved yet. Kind of government is hiding something behind it. So, many ppl want to see you leak the secret file or case to the public. They believe the gov is sus and dirty. Munir adalah aktivis yang dibunuh dan kasusnya belum selesai. pemerintah menyembunyikan sesuatu di baliknya. Jadi, banyak ppl ingin melihat Anda membocorkan file atau kasus rahasia ke publik. Mereka percaya pemerintah itu sus dan kotor. Dikutip dari twitter @dymsum4Lyfe

Bjorka kemudian merespon pada akun twitter miliknya

“Why so many people tagging me about munir and supersemar (kenapa banyak orang yg men-tag aku tentang munir & supersemar-red),” (10/9).

Hanya butuh sehari bagi Bjorka untuk menjawab tantangan netizen tersebut. Pagi ini Bjorka menguak identitas siapa dalang pembunuh Munir beserta melampirkan artikel terkait kasus tersebut. Ia mengklaim orang itu merupakan Muchdi Purwopranjono & dia kembali melakukan doxing. Dalam artikel itu terlihat jelas data diri Muchdi Pr, mulai dari angka telepon, email, NIK, angka KK, alamat, hingga data vaksin.

Bukan ketakutan, warganet justru tampak mendukung aksi peretasan yang dilakukan hacker Bjorka. Warganet juga meminta agar hacker tersebut mencoba meretas dokumen-dokumen lain selain kasus pembunuhan Munir.

“Punchline-nya nendang banget Bjorka!” kata warganet.

“Request cari Supersemar Ndan,” imbuh warganet lain.

“Ditunggu leak dokumen asli Supersemarnya min,” tambah warganet lainnya.

Namun, tak semua yang percaya dengan klaim Bjorka tersebut. Ada juga yang menyangsikan aksi Bjorka ini.

“Lu beneran bisa ngehek apa juga caper sama netizen indo si bang?,” kata salah satu pengguna Twitter.

Namun banyak juga yg merespon kebocoran data teranyar yg diumbar hacker Bjorka ini, setelah sebelumnya membocorkan data nasabah IndiHome, KPU, registrasi SIM card prabayar, identitas Menkominfo Johnny G. Plate, & mengancam membocorkan arsip misteri Presiden RI.

Bjorka memuncaki trending topic Twitter di Indonesia pagi ini dengan 84.400 tweet. Munir juga mencuat di trending topic Twitter dengan 17.800 tweet.

Pembunuhan Munir Bukan Kasus Baru

Pembunuhan Munir

Sebagai pengingat, aktivis HAM Munir meninggal di pesawat Garuda dengan nomor GA-974 ketika sedang menuju Amsterdam untuk melanjutkan kuliah pascasarjana pada 7 September 2004. Institut Forensik Belanda (NFI) menyatakan Munir meninggal akibat racun arsenik dengan jumlah dosis yang fatal. Pembunuhan Munir diduga dilakukan dengan cara meracuni makanannya.

Informasi yang disampaikan Bjorka terkait Munir sebenarnya tidak baru. Kronologi pembunuhan Munir dan pihak-pihak yang terlibat secara umum sudah diketahui publik sebelumnya dalam proses pengadilan. Bjorka dalam postingannya hanya memberikan penegasan soal otak pembunuhan Munir.

Menurut Bjorka juga, Muchdi telah memanfaatkan jaringan non-organik BIN yaitu Pollycarpus Budihari Priyanto yang merupakan pilot PT Garuda Indonesia Airways guna proses membunuh.

Dimana kebetulan saat itu diketahui Munir akan terbang ke Belanda menggunakan Garuda Indonesia. Pollycarpus kemudian diangkat menjadi petugas keamanan penerbangan untuk menaiki PT Garuda Indonesia Airways yangmanapun.

Bjorka juga mengklaim bahwa Pollycarpus membuat surat rekomendasi kepada PT Garuda Indonesia Airways untuk ditempatkan di keamanan perusahaan.

Dalam kasus ini, Pollycarpus Budihari Priyanto divonis 20 tahun penjara atas putusan kasasi Mahkamah Agung tahun 2007. Namun setelah dipenjara 8 tahun, Polly bebas murni 29 Agustus 2018.

Muchdi Pr juga ditetapkan sebagai tersangka selaku Deputi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Namun, pada 31 Desember 2008, Muchdi divonis bebas oleh PN Jakarta Selatan.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top