News

Usai Melahirkan, Napi Ini Harus Kembali Dipenjara Beda Nasib dengan PC

Melahirkan

Seorang napi berinisial AV (37) asal Surabaya kembali ditahan di penjara usai baru saja Melahirkan. Ia merasakan kontraksi di usia kehamilannya yang memasuki 9 bulan.

Seorang napi berinisial AV (37) asal Surabaya kembali ditahan di penjara usai baru saja Melahirkan. Ia merasakan kontraksi di usia kehamilannya yang memasuki 9 bulan.

Napi perempuan ini pun tak tahan hingga hendak melahirkan di rutan. Bahkan napi tersebut hampir saja Melahirkan di Penjara, namun segera dirujuk ke Puskesmas.

Akhirnya, petugas rutan dengan sigap membawanya ke Puskesmas Porong. Dengan dibantu bidan hingga dokter, proses persalinannya berjalan lancar.

Ia pun melahirkan anak kelima kemarin (22/9). Namun karena masa tahanannya belum habis, napi yang baru saja Melahirkan ini harus kembali ditahan di penjara bersama bayinya.

AV ini ternyata sudah dalam kondisi hamil saat dipenjara atas kasus penipuan jual beli 700 karton minyak goreng beberapa waktu lalu.

Namun sayangnya AV tidak mendapat perlakuan istimewa yaitu tetap masuk penjara setelah divonis bersalah. AV yang divonis 12 bulan penjara harus kembali menjalani masa tahanannya yang sudah berjalan sejak 27 Juli 2022 di Rutan Perempuan Surabaya.

Diketahui kondisi kesehatan AV dan sang bayi dalam kondisi sehat. Sang bayi lahir secara normal dengan berat 3 kilogram dan panjang 50 centimeter. AV diketahui mendapat dua hari perawatan pasca melahirkan di Puskesmas Sorong.

“Yang bersangkutan usai menjalani proses persalinan di Puskesmas Porong. Selanjutnya AV kembali menjalani sisa masa tahanan,” ujar Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Perempuan Surabaya, Siti Viona Aidilla kepada wartawan (22/9).

Viona kemudian menjelaskan bahwa AV masuk ke Rutan sudah dalam kondisi hamil, diduga usia kandungannya saat itu sudah masuk 7 bulan. Ia diketahui masuk ke Rutan pada 27 Juli 2022.

Karena tengah mengandung, AV setiap harinya mendapatkan perawatan dan pemeriksaan kandungan oleh bidan Rutan.

Viona menegaskan bahwa kejadian napi hamil hingga menyusui di dalam rutan sudah sering terjadi. Namun ada juga bayi yang dibawa pulang oleh keluarga karena tak tega harus mendekam bersama sang ibu di balik jeruji besi.

“Kejadian Napi hamil ini sudah kesekian kalinya, namun ada bayinya yang dibawa pulang oleh keluarga nya. Sesuai dengan SOP akan dilakukan isolasi selama 10 hari.” ujar Viona.

Bagi napi yang memutuskan untuk tetap merawat bayinya di dalam rutan, akan dilakukan pemeriksaan terhadap kondisi kesehatan sang bayi setiap harinya. Termasuk memenuhi asupan vitamin sang bayi, seperti menjemur bayi setiap pagi.

“Kemudian untuk menjaga kesehatan bayi akan dilakukan pemeriksaan setiap harinya. Salah satunya harus menjemur bayi setiap pagi,” tandas Viona.

Namun hal itu nampaknya tak dirasakan oleh Putri Candrawathi, tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J.

Istri mantan Kadiv Propam Polri itu sampai saat ini diketahui tak ditahan dengan alasan kemanusian, dimana ia memiliki seorang balita yang masih berusia 1,5 tahun, sehingga dianggap oleh pihak kepolisian masih memerlukan perawatan dari sang ibu.

Namun penilaian itu tidak berlaku bagi publik. Banyak masyarakat hingga tokoh publik yang mempermasalahkan perihal tersebut, Menurut mereka, perlakuan Polri terhadap Putri sangatlah tidak adil.

“Tetapi mengapa banyak wanita yang hamil tua sampai melahirkan di rutan atau dipenjara. Mengapa alasan kemanusiaan tidak berlaku untuk mereka,” kata Pengacara Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak.

“Ga adil aja ketika warga sipil yang punya balita terus balitanya tetap dipenjara sedangkan pejabat dikasih keringanan,” kata artis bernama Jefri Nichol.

Melahirkan

Susi Pudjiastuti Singgung Nama Kak Seto Karena Tidak Bela Hak Ibu Melahirkan

Susi Pudjiastuti melalui akun Twitter miliknya @susipudjiastuti merasakan kesedihan dengan apa yang dialami oleh napi perempuan tersebut karena dipisahkan anaknya yang baru lahir.

Sorotan Susi Pudjiastuti menuai komentar warganet, geram melihat kasus tersebut karena merasa tidak manusiawi seorang bayi baru lahir langsung dipisahkan oleh ibunya.

Hal itu menjadi ramai perbincangan warganet, sangat menyayangkan sikap Kak Seto yang terlihat pilih-pilih dalam melihat beberapa kasus.

Warganet menuding Kak Seto yang selalu diam saja ketika kasus tersebut menyangkut masyarakat yang tidak mampu.

Sedangkan ketika ada permasalahan anak terkait kalangan pejabat dan orang kaya, Kak Seto selalu tampil dihadapan publik.

“cc kak seto ya bu,” tulis @chocopiecino.

“Kak Seto gak ada, Bu. absen,” tulis @haneymilktea.

“Semoga kak Seto dan yg berwajib sdh membacanya dan segera menanganinya,” tulis @kondisdolong1.

Selain Kak Seto, warganet juga menghubungkan dengan kasus Ferdy Sambo yang lebih mendapatkan perhatian untuk Putri Candrawathi dan anaknya.

Warganet sangat kecewa dengan sikap Kak Seto dan Komnas HAM yang masih pilih kasih dalam menanggapi kasus.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top