News

Usai Ngamuk, Bupati Solok Nonaktifkan Pimpinan-Bidan Puskesmas

Usai Ngamuk, Bupati Solok Nonaktifkan Pimpinan-Bidan Puskesmas

Pimpinan dan beberapa staf Puskesmas Tanjung Bingkung, Kec. Kubung, Kab. Solok, Sumatera Barat, dinonaktifkan oleh Bupati Solok Epyardi Asda. Mereka dianggap telah melalaikan dan tak menjalankan tugas. Sebelumnya seorang warga ditolak masuk UGD di puskesmas tersebut dengan beralasan jam kerja sudah selesai.

“Dinonaktifkan. Kita ganti sementara sama orang luar dahulu,” kara Epyardi mengutip laman detikcom, Rabu (15/6/2021).

Pegawai yang dibebastugaskan tersebut antara lain Kepala Puskesmas Yuliarni. Selain itu, Kepala Tata Usaha dan seorang bidan yang menolak pasien kecelakaan di ruang gawat darurat juga dinonaktifkan.

Lihat Juga: Istana Klarifikasi Soal Jokowi Salah Sebut Kota Padang Jadi Provinsi Padang

Bupati Solok itu mengaku belum bisa memberhentikan para pegawai petugas tersebut karena aturan KASN. Dalam aturan tersebut tercantum pergantian pejabat baru dapat dilaksanakan setelah enam bulan menjabat. Epayradi bersama wakilnya John Firman Pandu baru dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupatik Solok pada 26 April lalu. Sehingga ia baru bisa mengganti jabatan pada Oktober nanti.

“Saya terkendala aturan KASN, bahwa tak dapat melakukan penggantian sebelum masa enam bulan menjabat. Jadi belum dapat melakukan pergantian. Kalau tidak, sudah saya pecat semua,” tuturnya.

Ia mengaku kesal dengan apa yang telah terjadi di Puskesmas Tanjung Bingkung menunjukkan kinerja ASN yang tidak beres.

“Saya telah memanggil semua yang berada di puskesmas dan saya undang seluruh SKPD. Sekretaris Daerah, Asisten 1 dan Asisten 2 serta Kadis Kesehatan. Untuk sementara, semua pimpinan di puskesmas itu. Termasuk Kepala Tata Usaha, dibebastugaskan. Saya juga meminta Inspektorat

Video Bupati Solok Ngamuk Di Puskesmas Viral

Video yang merekam Bupati Solok sedang mengamuk viral di media sosial. Dari video tersebut, Epyardi tampak datang ke Puskesmas Bangkung. Ia kemudian mengecek ruang UGD yang telah tutup.

Pimpinan puskesmas beserta staf di pun langsung dikumpulkan. Kemudian pihak puskesmas memberikan sebuah surat kepada bupati yang berisi sebuah pernyataan. Dalam surat tersebut pimpinan dan staf puskesmas memberikan pernyataan bahwa UGD tidak buka 24 jam, melainkan mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIB.

Kondisi itulah yang membuat Epyardi marah hingga berbicara dengan suara tinggi.

“Apa-apaan kalian ini. Di mana-mana di dunia, UGD itu buka 24 jam. Jangankan hari biasa, Sabtu-Minggu pun harus ada yang jaga. Saya sudah katakan, minim 4 orang yang harus jaga,” kata Epyardi.

Tidak berhenti di situ, Bupati Solok itu juga terlihat merobek surat yang diserahkan kepadanya dan melemparnya ke lantai.

Amukan Epyardi berawal dari laporan masyarakat tentang penolakan puskesmas terhadap pasien kecelakaan pada hari Jumat (11/6/2021). Korban kecelakaan tersebut dilaparkan tak dilayani, karena alasan pihak puskesmas bahwa layanan UGD telah tutup.

“Ada yang kecelakaan, tetapi ditolak. Alasannya, jam dinas telah tutup,” tutur Epyardi.

To Top