News

Video dan Foto Bentrokan di Pontianak itu HOAX

video-Foto-Bentrokan-di-Pontianak-itu-HOAX

Warga Dayak dengan kelompok Melayu di Pontianak, Kalimantan Barat diramaikan dengan video-video dan foto yang menggambarkan bentrokan antar kedua belah pihak.

Akan tetapi Polri membantah terkait kebenaran video dan foto tersebut. Pihaknya mengatakan bahwa video dan foto tersebut mayoritas diambil dari kejadian 2016 lalu.

“Itu hoaks. Memang sempat terjadi suatu perkumpulan, tapi tidak terjadi apa-apa,” kata Karopenmas Divhumas Mabes Polri, Brigjen Rikwanto.

Ada dua kegiatan yang digelar oleh masing-masing pihak. Warga Dayak menggelar Pekan Gawai Dayak, sedangkan kelompok Melayu mengadakan kegiatan Bela Ulama 205.

“Sekitar pukul 14.00 kelompok Dayak melakukan pawai kendaraan hias yang diikuti oleh seluruh perwakilan kabupatrn di wil Kalbar,” ujarnya.

Sekitar pukul 13.00, kelompok Bela Ulama 205 juga melakukan unjuk rasa dengan cara long march jalan kaki ke Polda Kalbar. Massa aksi juga menyampaikan tuntutan agar polisi menindaklanjuti laporan terkait pernyataan Gubernur Kalbar Cornelis yang viral.

“Dalam pelaksanaannya kedua kelompok sempat ingin barhadap-hadaoan. Tapi disekat oleh pasukan pengamanan dari Polda dan TNI,” tambanya.

Rikwanto menegaskan, tidak terjadi bentrok antara dua kelompok tersebut. “Tidak terjadi penganiayaan maupun pengrusakan dalam kegiatan tersebut,” ungkapnya.

Massa dari kelompok Melayu, kata Rikwanto, sudah membubarkan diri dan kelompok Dayak selesai pawai masuk kembali ke tempat acara Pekan Gawai Dayak.

“Lokasi giat Pekan Gawai Dayak tetap dijaga oleh pasukan terbuka, dan akan dilakukan patroli skala besar nanti malam oleh jajaran Polri dan TNI,” cetus Rikwanto.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top