News

Video Guru Pukuli Murid Menjadi Viral

Kekerasan anak di lingkungan sekolah kembali terjadi. Kali ini, kekerasan dialami seorang murid di salah satu sekolah di Medan yang mendapatkan pukulan bertubi-tubi dari gurunya saat proses belajar-mengajar di kelas. Kejadian itu terekam dalam video berdurasi kurang dari satu menit namun menjadi viral di media sosial Facebook. Tampak dalam video itu, seorang guru melayangkan bogem mentah ke muridnya berulang kali. Seperti kesetanan, guru ini memukul muridnya begitu membabi buta.

Sambil komat-kamit naik pitam, guru yang mengenakan pakaian coklat itu tak menurunkan tempo pukulan. Murid pun tampak kesakitan lalu berusaha melindungi diri lantaran takut, cemas, dan bingung.

Sementara murid-murid lain, hanya diam dan tak bisa berbuat apa-apa. Seorang di antara mereka lantas memberanikan diri mendekati guru yang ‘kesetanan’ itu.

Lantas dia malah jadi sasaran amukan guru tersebut. Bak petinju, guru itu menggiring muridnya ke sudut kelas. Hantaman demi hantaman dihujamkan ke tubuh si murid.

Komisioner KPAI Retno Listyarti mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah mengecek kejadian tersebut. Menurutnya, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun serta kesaksian sejumlah sahabat korban, aksi pemukulan oleh oknum guru Matematika ini bermula ketika korban dengan sengaja mengejek guru tersebut.

“(Siswa) langsung memangil nama tanpa menggunakan sapaan Pak saat melewati kelas lain yang sedang diajar oleh guru pelaku. (Kejadiannya) setelah kelas ananda korban selesai pelajaran olahraga di lapangan,” kata Retno dalam keterangannya, Senin (6/11).
Video Guru Pukuli Murid Menjadi Viral
Retno menuturkan, keisengan siswa tersebut kemudian berbuah penganiayaan. Guru tersebut lantas mencari siapa murid yang memanggil namanya. Lalu seorang siswa mengaku dialah yang memanggil. Saat itu juga aksi pemukulan dan pembenturan kepala ke dinding terjadi.

Korban sempat dibawa ke kantor kepala sekolah, dan pihak keluarga kemudian membawa korban ke Puskesmas Air Itam untuk mendapatkan oksigen. Namun, karena korban merasakan pusing terus, maka keluarga kemudian membawa ke Rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lantaran sempat pingsan setelah terkena pukulan.

“Akibat penganiayaan tersebut, ananda korban di rawat RSUD Depati Hamzah. Pihak keluarga tidak terima atas penganiayaan ini dan kemungkinan akan melanjutkan kasus ini ke ranah hukum,” ujar Retno.

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top