News

Video Viral Guru Pukuli Murid, KPAI : Penganiayaan Berat

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) angkat bicara soal beredarnya video peristiwa pemukulan yang dialami seorang murid oleh oknum guru di media sosial (medsos).

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti menyebut aksi pemukulan tersebut merupakan kategori penganiayaan berat. Pihaknya mengutuk keras terjadinya penganiayaan siswa oleh oknum guru bernama Ma’in di salah satu SMP di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung.

Kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah ini dipicu hal sepele, yaitu karena korban dianggap kurang ajar dengan sengaja memanggil nama si guru tanpa menggunakan kata sapaan ‘Pak’.

Akibatnya, siswa SMP berinisial RHP kini terbujur lemah di IGD RSUD Kota Pangkalpinang setelah menjadi korban pemukulan guru tersebut. “Ini sudah masuk kategori penganiayaan berat karena tidak sekadar ditampar, tetapi siswa pun dibenturkan kepalanya ke dinding. Diduga akibat benturan tersebut, ananda korban mengalami sakit di kepala,” kata Retno dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Senin (6/11).

Tak hanya sadis, kata Retno, oknum guru ini juga melakukan aksi kekerasannya di hadapan siswa yang lain dan bahkan sempat upaya dilerai oleh siswa yang lain. Namun, guru tersebut malah makin meningkatkan aksinya kekerasannya, bahkan terjadi juga pelemparan kursi. “Guru semacam ini sangat membahayakan bagi keselamatan psikologis dan fisik anak-anak karena tak mampu mengontrol emosi,” ujar Retno.

“Yang bersangkutan harus dievaluasi secara kepegawaian oleh Dinas terkait apakah masih patut menjadi guru,” tegasnya.

Sebelumnya, kejadian pemukulan itu terekam di dalam video berdurasi kurang dari satu menit namun menjadi viral di media sosial Facebook. Tampak dalam video itu, seorang guru melayangkan bogem mentah ke muridnya berulang kali. Seperti kesetanan, guru ini memukul muridnya begitu membabi buta.

Sambil komat-kamit naik pitam, guru yang mengenakan pakaian coklat itu tak menurunkan tempo pukulan. Sang murid pun tampak kesakitan lalu berusaha melindungi diri.

Lantaran takut, cemas, dan bingung, sementara murid-murid lain hanya bisa diam dan tak mampu berbuat apa-apa. Seorang di antara mereka memberanikan diri mendekati guru yang ‘kesetanan’ itu. Alih-alih berhenti, murid tersebut malah jadi sasaran amukan guru. Bak petinju, guru itu menggiring muridnya ke sudut kelas, hantaman demi hantaman dihujamkan ke tubuh si murid.

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top