News

Viral Antrean Karantina di Bandara Soekarno Hatta, Petugas Bandara: 2 Malam Karantina di Bus

Viral Antrean Karantina di Bandara Soekarno Hatta, Petugas Bandara: 2 Malam Karantina di Bus

Petugas Bandara Soekarno Hatta menceritakan antrean karantina di Bandara Soekarno Hatta. Penumpukan penumpang tersebut mayoritas adalah tenaga kerja Indonesia (TKI) atau pekerja migran Indonesia (PMI) yang beru tiba dari luar negeri. Mereka bahkan menunggu berhari-hari di bandara Soetta untuk mendapat tempat karantina.

Petugas yang tidak mau disebutkan identitasnya ini menuturkan antrean karantina di Bandara Soekarno Hatta itu terjadi pada akhir pekan lalu. Kejadian tersebut juga terekam video hingga viral di media sosial.

“Betula memang ada penumpukan itu 2-3 hari lalu, mereka PMI mencari tempat karantina hingga sehari-dua hari,” ujarnya, Rabu (22/12/2021).

Lihat Juga: Mulai Hari Ini, Layanan Telemedicine Untuk Pasien Isoman Mulai Diuji Coba

Petugas tersebut juga menyampaikan banyak PMI yang akhirnya menjalani karantina terpusat di dalam bus yang disediakan pihak bandara. Dari kesaksian petugas, sejumlah PMI bahkan menjalani karantina hingga dua hari di dalam bus yang berada di area Terminal 3 Bandara Soetta itu.

“Jadi mereka karantina dahulu di bus dua hari, hingga mendapat tempat karantina,” sambungnya.

Namun kini, masalah antrean karantina di Bandara Soekarno Hatta itu telah diatasi. Seluruh PMI yang sempat menumpuk di Terminal 3 Bandara Soetta tersebut telah dikarantina di Wisma Atlet Pademangan dan Rusun Pasar Rumput, Jakarta.

Berdasarkan kesaksian sejumlah petugas, mereka diangkut dengan bus pada Senin (20/12/2021) secara bergiliran.

“Tapi semua sudah dapat tempat karantina. Sudah tidak menumpuk lagi,” kata salah seorang petugas.

Menurut pantauan, antrean karantina di Bandara Soekarno Hatta sudah tidak terlihat. Tempat pemeriksaan kesehatan di area bandara juga cukup sepi, hanya ada beberapa petugas saja yang berjaga.

Lihat Juga: Taksi Terbang Dari Bandara Soetta, Alternatif Baru Untuk Hindari Macet

Kepadatan malah tampak di area keberangkatan domestik dan internasional.

Saat ini pemerintah menerapkan kebijakan bagi pelaku perjalanan dari luar negeri wajib menjalankan karantina 10 hari. Sedangkan bagi pelaku perjalanan yang tiba dari negara transmisi Omicron wajib mengikuti karantina 14 hari.

Satgas Penanganan COVID-19 mengatakan kedatangan pelaku perjalanan dari luar negeri menunjukkan peningkatan hingga pertengahan bulan Desember ini. Terpantau lebih dari 4.000 kedatangan dari luar negeri masuk ke Tanah Air lewat Bandara Soekarno Hatta.

Satgas juga mengungkapkan sekitar 3.000 pelaku perjalanan memasuki wilayah Indonesia setiap harinya. Durasi waktu dan ketersediaan tempat karantina pun jadi tantangan tersendiri.

“Sekira 3.000 per hari. Tantangannya yaitu dengan waktu karantina yang kita perpanjang,” ungkap Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan COVID-19 Sonny B.Harmadi saat diskusi MNC Trijaya yang disiarkan virtual pada, Sabtu (18/12/2021).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top