News

Vonis Juliari Dan Alasan Hakim Yang Bikin Geleng-geleng Kepala

Vonis Juliari Batubara

Sidang pembacaan putusan perkara dugaan suap bantuan sosial COVID-19 yang menjerat mantan Menteri Sosial Juliari Batubara dilakukan secara virtual. Sidang tersebut digelar pada Senin (23/8/2021) pukul 11.35 WIB di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat.

Juliari yang mengikuti sidang dari Gedung KPK tampak didampingi oleh pengacaranya Maqdir Ismail. Dalam kasus ini Juliari Batubara dituntut hukuman penjara 11 tahun dan denda Rp 500 juta subside 6 bulan karena diyakini menerima suap senilai Rp 32,4 M terkait bansos COVID-19 di Kemensos. Selain itu, ia juga dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp 14,5 M dan pencabutan hak politik selama 4 tahun.

Hal Yang Meringankan Adalah Bully-an Masyarakat

Eks Menteri Sosial itu akhirnya divonis 12 tahun penjara, dalam sidang hakim mengatakan hal yang meringankan yaitu karena dibully masyarakat. Hal ini pun cukup menarik perhatian netizen. Sementara hal yang memberatkan menurut hakim yaitu kejadian suap dilakukan ketika negara tengah darurat COVID-19 dan Juliari tak mengakuinya.

“Terdakwa sudah cukup menderita dicerca, dimaki dan dihina oleh masyarakat. Terdakwa sudah divonis oleh masyarakat sudah bersalah padahal secara hukum terdakwa belum tentu bersalah sebelum adanya putusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap,” ujar hakim.

Vonis hukuman 12 tahun bui untuk Juliari Batubara dan masyarakat yang disalahkan karena membully-nya, memantik reaksi besar dari warganet Indonesia. Bahkan nama Juliari dan Hakim menjadi trending topic Indonesia. Selain tidak puas dengan vonis hukuman penjara 12 tahun, warganet lebih marah karena disalahkan membully Juliari.

Lihat Juga: Minta Dibebaskan, Ini 3 Poin Pleidoi Juliari Batubara

Sebelumnya Juliari Batubara juga meminta hakim untuk membebaskannya dari seluruh dakwaan dan tuntutan.

“Dari lubuk hati terdalam, saya sangat menyesal sudah menyulitkan banyak pihak karena kasus ini. Oleh sebab itu, permohonan saya, istri saya, kedua anak saya dan keluarga besar saya kepada Majelis Hakim Yang Mulia, akhirilah penderitaan kami dengan membebaskan saya dari semua dakwaan,” tutur Juliari saat membacara pleidoi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (9/8/2021).

Saat itu ia menyebut hanya majelis hakimlah yang dapat mengakhiri penderitaannya karena telah dihujat.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top