News

Wakil Ketua MUI Pertanyakan Proses Hukum Saat Pilkada

Wakil Ketua MUI Pertanyakan Proses Hukum Saat Pilkada

Muhammad Rizieq Shihab ( MRS) ditahan atas permasalahan kerumunan massa pada perkawinan anaknya di daerah Petamburan, Jakarta Barat. Ia ditahan pada Minggu( 13/ 12) dini hari.

Tetapi, bicara soal kerumunan, massa yang berkumpul bukan cuma terjalin di Petamburan dikala kegiatan Rizieq Shihab. Dikala Pilkada juga terdapat massa yang berkumpul.

Atas permasalahan kerumunan massa itu, Wakil Pimpinan Majelis Ulama Indonesia( MUI) Anwar Abbas juga memohon supaya pihak kepolisian ikut memandang permasalahan kerumunan dikala Pilkada. Dapat memandang dari informasi jumlah korban yang ditimbulkan.

“ Hendaknya pihak kepolisian pula mempunyai informasi berapa korban yang sudah jatuh sakit serta ataupun wafat gara- gara kerumunan yang sudah terjalin tersebut, tercantum kerumunan yang sudah dicoba oleh habib Rizieq,” ujarnya, Minggu( 13/ 12).

Dia juga mengatakan, harusnya ada perbandingan data kasus positif dan meninggal yang ditimbulkan kerumunan pada kegiatan seperti pernikahan dengan Pilkada yang diselenggarakan pemerintah pada 9 Desember lalu. Sebab, khusus tentang Pilkada, masyarakat sudah banyak mengingatkan pemerintah supaya menunda kegiatan tersebut. Akan tetapi pemerintah tetap melaksanakannya, sehingga kerumunan-kerumunan sewaktu kampanye dan sewaktu pencoblosan banyak terjadi.

“Pertanyaannya siapa yang akan dijadikan tersangka dalam hal ini (kerumunan saat rangkaian Pilkada) oleh pihak kepolisian? Apakah mereka bisa terbebas dari tuntutan hukum?” tanya dia.

Hal ini perlu dipertanyakan, karena yang melakukan rangkaian Pilkada seperti kampanye sama dengan yang dilakukan oleh habib Rizieq. Sama-sama membuat terjadinya kerumunan orang dan ada korban yang jatuh apakah sakit atau meninggal dunia.

“Oleh karena itu akal sehat kita tentu saja akan bertanya berapa jumlah korban yang jatuh sakit atau meninggal gara-gara kerumunan yang dilakukan oleh habib rizieq dan oleh acara-acara yang lain, serta oleh Pilkada?” terang dia.

To Top