Sports

Desakan Iwan Bule Mundur dari Ketum, PSSI: Kesalahan Oknum

Ketua Umum PSSI Iwan Bule Didesak Mundur

Desakan agar Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan atau Iwan Bule semakin menguat. Petisi yang dibuat pun saat ini sudah ditandatangani oleh ribuan orang.

Permintaan tersebut muncul buntut Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu (1/10/2022) lalu. Kerusuhan suporter setelah Arema FC dikalahkan Persebaya Surabaya itu membuat situasi dan kondisi Stadion Kanjuruhan, Malang, pecah.

Tercatat 131 orang tewas dalam kerusuhan tersebut. Sementara ratusan orang lainnya mengalami luka-luka dan beberapa di antaranya masih dirawat di rumah sakit.

PSSI sebagai induk olahraga sepak bola nasional diminta bertanggung jawab, khususnya Ketua Umum PSSI, Iwan Bule, yang juga diminta mengundurkan diri.

Menurut pantauan LoperOnline.com, hingga Kamis (6/10/2022) pukul 12.22 WIB, petisi yang dibuat di laman Change.org, itu telah ditandatangani oleh 6.596 orang.

Lihat Juga: Menanti Sanksi FIFA terhadap Indonesia Usai Tragedi Kanjuruhan

Sejauh ini, PSSI sendiri menganggap tragedi Kanjuruhan adalah kesalahan oknum. Mereka bahkan yakin tidak akan dijatuhi sanksi oleh FIFA terkait peristiwa berdarah itu.

“Ini hanya oknum saja yang salah. Pemerintah dan polisi sudah meresponsnya dengan positif, semoga diapresiasi FIFA. Ini kesalahan oknum,” ujar anggota Komite Eksekutif PSSI Ahmad Riyadh, saat jumpa pers pada Selasa (4/10/2022).

IPW Minta Ketum PSSI Mundur, Iwan Bule Tanggapi Santai

Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Iwan Bule untuk mundur dari Ketua Umum PSSI. Namun, desakan tersebut ditanggapi santai oleh Iwan. Ia hanya tersenyum ketika ditanya soal hal itu.

“Ooo.. apa namanya, desakan ya, biar semua orang bisa bicara apa saja ya,” ucap Iwan Bule saat berada di Polres Malang, Senin (3/10/2022).

Dia mengaku saat ini hanya ingin fokus terhadap penanganan korban kerusuhan di Stadion Kanjuruhan. Iwan tak ingin anggapan orang lain mengganggunya.

Sementara itu, Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso menyebut Tragedi Kanjuruhan adalah sejarah kelam dalam dunia sepak bola Indonesia. Menurut dia PSSI pun harus bertanggung jawab.

“Ketum PSSI seharusnya malu dan mengundurkan diri dengan adanya peristiwa terburuk di sepak bola nasional,” tegasnya dalam keterangan yang diterima wartawan.

Selain itu, Teguh juga meminta Polri untuk mencabut sementara izin penyelenggaraan seluruh pertandingan liga yang dijalankan PSSI.

“Pasalnya, kericuhan dalam tragedi tragis itu berawal dari kekecewaan suporter tim tuan rumah yang turun ke lapangan tanpa dapat dikendalikan oleh pihak keamanan,” jelasnya.

Lihat Juga: Kapolres Malang Dicopot, Kompolnas: Tidak Ada Perintah Tembakkan Gas Air Mata

Menurutnya, jumlah aparat kepolisian tak sebanding dengan penonton. Polisi yang melepaskan gas air mata di dalam stadion menyebabkan ribuan penonton panik.

Padahal berdasarkan aturan FIFA, penggunaan gas air mata di dalam stadion dilarang. Hal tersebut tertuang dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations pada Pasal 19 huruf b.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top