Sports

Duka Mendalam Sepak Bola Indonesia, Jokowi Minta Liga 1 Dihentikan Sementara

Sepak Bola

Kerusuhan sepak bola terjadi setelah laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya usai, pada Sabtu (1/10) petang. Korban meninggal dunia sampai saat berita ini dituliskan sudah mencapai 180 orang, menurut keterangan resmi.

Presiden Joko Widodo pada Minggu (02/10) memerintahkan Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk “mengusut tuntas kasus ini”.

Mantan wali kota Solo ini juga telah memerintahkan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan dan Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali untuk “melakukan evaluasi menyeluruh tentang pelaksanaan pertandingan sepak bola dan juga prosedur pengamanan penyelenggaraannya.”

Sementara ini, kata Presiden Jokowi, Liga 1 akan dihentikan sampai evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan penyelenggaraannya.

“Jangan sampai ada lagi tragedi kemanusiaan seperti ini, di masa yang akan datang,” tambah Presiden Jokowi.

Presiden juga telah memerintahkan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa untuk memantau korban luka.

“Khusus pelayanan medis bagi korban, yang sedang dirawat di rumah sakit agar mendapatkan pelayanan terbaik,” kata presiden.

Kerusuhan Sepak Bola Terbesar Kedua dalam Sejarah

Korban jiwa dalam kerusuhan di Stadion Kanjuruhan ini menjadi bencana terbesar kedua dalam sejarah sepak bola global.

Pada 1964, sebanyak 328 orang meninggal dunia di Stadion Estadio Nacional di Lima, Peru, dalam pertandingan antara Peru dengan Argentina – juga setelah polisi menembakkan gas air mata yang menyebabkan eksodus massal.

Gas air mata ditembakkan saat terjadi bentrokan usai pertandingan sepak bola Arema VS Persebaya

Sorotan Publik: Tragedi Ini Bukan Bentrok Antar Suporter Sepak Bola

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyebutkan kerusuhan sepak bola yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Sabtu (01/10) bukanlah bentrok antar suporter.

“Sebab pada pertandingan itu suporter Persebaya tidak boleh ikut menonton. Suporter di lapangan hanya dari Arema,” kata Mahfud dalam keterangannya pada Minggu (02/10).

“Para korban pada umumnya meninggal karena desak-desakan, saling himpit, dan terinjak-injak, serta sesak nafas. Tak ada korban pemukulan atau penganiayaan antar suporter,” lanjut dia.

Mahfud juga menyebut pertandingan sepak bola dilaksanakan malam hari, meski sudah diusulkan agar digelar sore hari, menampung penonton yang lebih banyak dari kapasitas Stadion Kanjuruhan.

“Tapi usul-usul itu tidak dilakukan oleh panitia yang tampak sangat bersemangat. Pertandingan tetap dilangsungkan malam, dan tiket yang dicetak jumlahnya 42 ribu,” ungkap Mahfud.

Disisi lain, disampaikan melalui twitter dan konferensi pers manajemen Arema FC menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban akibat kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Sabtu kemarin. 

“Manajemen siap menerima saran masukan dalam penanganan pasca musibah agar banyak yang diselamatkan,” kata Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris.

Mereka mengatakan, turut bertanggung jawab atas penanganan korban “baik yang telah meninggal dunia dan yang luka-luka”, dalam keterangan resminya di situs mereka pada Minggu (02/10).

Sementara itu, Persebaya melalui Twitter mengucapkan duka cita kepada korban jiwa.

Puluhan Jenazah Belum Teridentifikasi

Masih ada puluhan jenazah korban kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang belum teridentifikasi.

Kontributor di lapangan kami menyampaikan informasi terbaru dari RS Wafa Husada, jenazah yang belum teridentifikasi ini dibawa ke RSU Saiful Anwar Kota Malang.

“Masih banyak orang tua yang belum menemukan keberadaan anaknya yang semalam pamit untuk menonton sepak bola. Jika sudah berkeliling rumah sakit belum menemukan, bisa menghubungi krisis center di Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, di Jalan Panji atau ke Kantor Arema FC,” Terangnya.

Karena masih ada puluhan jenazah yang belum teridentifikasi, dialihkan ke RSU Saiful Anwar Kota Malang.

Berdasarkan penuturan sejumlah pedagang di sekitar Stadion Kanjuruhan, Minggu (2/10), diketahui pintu keluar stadion belum dibuka saat pertandingan usai.

Menurutnya, Stadion Kanjuruhan memiliki cukup banyak pintu masuk dan keluar yang lebarnya sekitar empat meter setiap pintunya.

Menurut para pedagang, biasanya ketika pertandingan memasuki menit ke-80, pintu keluar mulai dibuka. Namun kemarin, hingga pertandingan usai pintu keluar masih belum dibuka.

Hal itulah yang menurut para pedagang menyebabkan suporter marah, karena mereka kesulitan untuk keluar dan berdesakan saat kerusuhan terjadi.

“Mereka akhirnya merusak pintu. Karena kesulitan setelah terkena gas air mata, kemudian mereka berjatuhan.”

Kondisi terkini di kawasan stadion, pagar pintu masuk dalam kondisi rusak, dan ada bangkai beberapa mobil. Ada tiga mobil polisi yang rusak, di luar stadion.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top