Sports

Hendak Bangun Hotel, Neville dan Giggs Izinkan Tunawisma Tinggal

Portal Berita

Sekitar 30 orang tunawisma yang telah tinggal di sebuah bangunan kosong yang dimiliki oleh dua mantan pemain Manchester United, Gary Neville dan Ryan Giggs, telah diberitahu bahwa mereka dapat tinggal selama musim dingin.

Setelah pensiun sebagai pemain, kedua pria tersebut tak langsung meninggalkan dunia yang telah membesarkan namanya. Jika Neville memilih menjadi pandit dan komentator sepakbola di media-media Inggris, maka Giggs masih tak bisa lepas dari Manchester United dan menjadi asisten manajer Louis van Gaal.

Seakan tak puas, mereka kini mulai melebarkan sayap ke bidang perhotelan. Mereka telah mendapat izin awal tahun ini untuk mengubah bekas bangunan Bursa Efek tersebut menjadi sebuah hotel mewah dengan 35 kamar. Bangunan yang tercatat bernama Grade II dan mereka beli seharga  1,5 juta poundsterling ini nantikan akan dilengkapi dengan tempat gym, spa, dan restoran di lantai dasar.

Namun pada pekan lalu, sekelompok tunawisma harus diusir dari bangunan kosong tersebut. Tak mengherankan bila rencana pendirian hotel tersebut mengundang protes para penyandang tunawisma tersebut.

 

Akan tetapi, jiwa sosial Neville dan Giggs tampaknya lebih besar. Para tunawisma tersebut kini bisa bernafas lega. Wesley Hall, seorang aktivis hak asasi manusia yang juga juru bicara para tunawisma tersebut, mengatakan bahwa ia telah berbicara kepada Neville via telepon. Ia diberitahu bahwasanya mereka bisa tinggal sampai Februari ketika pembangunan hotel milik dua legenda Manchester United tersebut dimulai.

 

“Dia berbicara kepada saya dan berkata, ‘Dengar, saya tak masalah kalau Anda tinggal di sini, yang penting menjaga bangunan dan menghormati bangunan tersebut,” kata Hall dikutip dari BBC.

Dia menambahkan bahwa memberikan tunawisma tempat tinggal adalah sebuah ‘garis hidup’. “Orang-orang ini tidak mendapatkan makanan bergizi, sistem kekebalan tubuh mereka rendah dan mereka sedang sekarat,” ujarnya.

“Yang dibutuhkan adalah seseorang untuk menempatkan atap di atas kepala mereka dan memberi mereka sedikit dukungan,” katanya.

Salah satu tunawisma yang telah kehilangan tempat tinggal selama 12 bulan terakhir, Wesley Dove, berkata, “Ini adalah bangunan yang indah. Sekarang kita tahu bahwa kita bisa tinggal dan kita bisa mulai bekerja. Ini bisa memberi sedikit keamanan untuk menghadapi musim dingin.”

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top