Sports

Jakarta yang ‘Siap Siaga’ dan Simbol Perdamaian untuk The Jakmania

Portal Berita

Bisa saja FIFA menghukum Indonesia dengan larangan bermain di turnamen internasional, akan tetapi tidak dengan kelangsungan sepak bola dalam negeri. Piala Presiden akan mencapai klimaksnya dengan mempertemukan Persib Bandung dan Sriwijaya FC Palembang di final.

Tak berhenti di situ. Keputusan pihak penyelenggara turnamen untuk menggelar final di Jakarta menjadi hangat-hangatnya, bahkan panas, untuk diperbincangkan.

Bagi kelompok suporter kedua tim, akan menjadi tempat menyenangkan bagi mereka melihat timnya bermain pada laga puncak di sebuah stadion terbesar dan bersejarah di Indonesia, yaitu Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Namun, kekhawatiran muncul bukan karena dua kelompok suporter yang timnya berlaga pada final turnamen tersebut. Melainkan ancaman permusuhan antara kelompok suporter Jakarta, The Jakmania, dan kelompok suporter salah satu kandidat juara, Bobotoh. Keprihatinan tersebut telah mendorong pemerintah daerah menyatakan statusnya ‘siaga penuh’.

“Polisi siap untuk menyebarkan hingga 30.000 petugas demi mengamankan pertandingan. Sembilan ribu akan berada di sekitar tempat pertandingan, memberikan pengawalan bagi penggemar, pemain, ofisial tim serta penjagaan di titik-titik berkumpul,” kata juru bicara polisi, Mohammad Iqbal, dikutip dari Jakarta Post.

“Para pendukung dari Bandung akan dikawal oleh sesama petugas dari kantor polisi daerah. Perwakilan dari Kepolisian Jawa Barat diundang untuk rapat koordinasi kemarin, bersama dengan orang-orang dari Banten dan Sumatera Selatan,” kata Iqbal, Kamis (15/10).

Permusuhan antar kedua kelompok memang sudah tak asing lagi di telinga para pecinta sepakbola Indonesia. Insiden terbaru berkobar pada bulan Mei tahun lalu ketika tiga suporter tewas saat pertandingan di Stadion Gelora Bung Karno.

Batu Akik untuk The Jakmania

Selain upaya pengamanan yang akan dilakukan para petugas keamanan, Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, juga turut ambil bagian dalam permasalahan tersebut. Ia berinisiatif untuk menemui pengurus The Jakmania, kelompok suporter Persija Jakarta. Pertemuan itu pun berlangsung di kantor Persija di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (16/10) petang.

Tanpa ragu, Ridwan pun mengunjungi The Jakmania. Dalam akun Facebook-nya, Ridwan menulis, “Mengunjungi markas Persija dan Jakmania di Stadion GBK untuk kulonuwon dan permisi terkait banyaknya rombongan Bobotoh yang akan hadir di Jakarta untuk mendukung Persib di Final Piala Presiden. Kami Insha Allah menjadi tamu yang baik bagi Jakarta. Datang bersih pulang bersih. Datang tertib pulang tertib. Datang aman pulang aman.”

Ada hal menarik yang terjadi ketika Ridwan Kamil mengunjungi The Jakmania. Sebagai simbol perdamaian, ia memberikan sebuah batu akik kesayangannya kepada Ketua Umum The Jakmania, Richard Ahmad Supriyanto.

“Saya juga memberikan batu akik oranye kesayangan kepada ketua Jakmania, Bang Icat, sebagai simbol rasa perdamaian. Mari fokus pada prestasi olahraga, bukan pada permusuhan dan kebencian yang dangkal tidak berujung. Damai dan berprestasi itulah tujuan kita semua. Hatur nuhun,” tegasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top