Sports

Kisah Hak Sepakbola ‘Lady Goal’

Portal Berita

Sepakbola adalah milik setiap orang. Siapa saja punya hak untuk sepakbola. Entah itu untuk bermain, menyaksikan, atau sekedar berkomentar. Pengecualian adalah hanya bagi para mafia sepakbola. Sepakbola bak alat komunikasi lintas bahasa, suku, ras, agama, hingga gender. Namun, bagaimana jika hak atas sepakbola dibatasi? Bagaimana jika seseorang atau sekelompok orang dilarang bermain sepakbola?

Kasus pembatasan hak untuk sepakbola belum lama ini datang dari kisah seorang pemain sepakbola wanita asal Iran. Ia dilaporkan Fox News telah dilarang mengikuti sebuah turnamen internasional oleh suaminya sendiri.

Sebenarnya apa gerangan yang bisa membuat sang suami melarang istrinya untuk ikut terlibat membela panji negara di bidang sepakbola?

Niloufar Ardalan, namanya. Ia yang dikenal sebagai Lady Goal takkan bisa turut berjuang dengan rekan-rekannya untuk sebuah turnamen futsal, Asian Football Federation Women’s Futsal Championship, karena suaminya menolak untuk memberi izin Ardalan pergi.

Di sebuah negara yang punya dasar negara hukum syariah Islam, seorang istri memerlukan izin dari suaminya untuk mendapatkan paspor. Dan berkaitan dengan kasus ini, sang suami dilaporkan telah menolak. Sebab, dia ingin istrinya berada di rumah untuk hari pertama sekolah anaknya yang kini berusia tujuh tahun.

Gusar, Ardalan pun membukanya pada publik. “Suami saya tak memberi saya paspor saya. Karena penentangannya terhadap perjalanan saya ke luar negeri, saya (akan) melewatkan pertandingan,” ujar Ardalan kepada media lokal Iran, Nasim Online.

“Saya berharap pemerintah akan menciptakan (solusi) yang akan memungkinkan atlet wanita untuk membela hak-hak mereka dalam situasi seperti itu,” ungkap wanita yang juga kapten tim Iran.

Ardalan harusnya pergi bersama rekan-rekannya yang lain untuk menjalani enam hari kompetisi di Malaysia. Namun, izin suami menjadi pengganjal keberangkatannya ke Negeri Jiran. Padahal, ia mengklaim telah berlatih keras berminggu-minggu untuk menyambut turnamen tersebut. Ardalan, berseragam putih, dalam aksinya. (Sumber Foto: Elmundo.es)

“Sebagai seorang wanita Muslim, saya ingin bekerja untuk negara saya, yang benderanya akan dikibarkan saat pertandingan, dibanding pergi untuk bersantai dan bersenang-senang,” tambahnya.

Permasalahan tersebut memicu munculnya perdebatan di Iran. Tak hanya soal hak Ardalan, tapi lebih ke pertanyaan, “Mengapa masalah keluarga, yang seharusnya dirahasiakan, bisa terkuak kepada masyarakat luas?”.

Memecah Keheningan

Cukup mengherankan juga jika kita tahu latar belakang suami Ardalan. Mehdi Toutounchi, suami Ardalan, adalah seorang jurnalis olahraga dan presenter televisi. Setidaknya Toutounchi tahu bagaimana rasanya memberitakan dan melaporkan perasaan seorang pemain yang membela negaranya sendiri.

Shadi Sadr, seorang pengacara ternama masalah hak perempuan yang juga direktur kelompok hak asasi yang berbasis di London untuk Iran, mengatakan kasus ini menunjukkan bagaimana hukum sebuah negara sangat berpengaruh. “Ini menunjukkan sejauh mana hukum ini dapat berdampak pada kehidupan seorang wanita,” kata Sadr dilaporkan RFE/RL.

“Bahkan jika seorang wanita mencapai peringkat tertinggi dalam dunia politik, olahraga, atau budaya, ia masih membutuhkan persetujuan suaminya untuk salah satu hak-haknya yang paling dasar: bepergian ke luar negeri,” ungkap Sadr.

Sadr mengatakan Ardalan patut dipuji karena keberaniannya berbicara pada publik. “Dia memecah keheningan, dan ini bisa menyebabkan wanita lain mengambil keberanian untuk detil dan menjelaskan kasus-kasus serupa lainnya,” katanya.

Ketika seseorang berani mengemukakan pendapatnya atas ketidakadilan yang diterima, bisa jadi itu adalah titik tertinggi dari kejengahan dari dirinya yang telah berdiri dalam diam. Dan ketika Ardalan merasa haknya untuk sepakbola, apalagi membela negaranya sendiri, ditentang, maka tak salah pula jika seluruh keberanian ditumpahkannya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top