Sports

Menanti Sanksi FIFA terhadap Indonesia Usai Tragedi Kanjuruhan

Sanksi FIFA terhadap Indonesia

Ancaman sanksi FIFA terhadap Indonesia bisa membuat timnas absen di Piala AFF 2022. Tragedi Kanjuruhan setelah pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya membuat Indonesia menempati urutan ketiga menurut jumlah korban tewas sepanjang sejarah sepak bola dunia. Lalu, apa sanksi FIFA Terhadap Indonesia?

Tragedi Kanjuruhan menempati posisi ketiga dalam daftar laga sepak bola paling mematikan. Sementara di urutan teratas ada pertandingan di Estadio Nacional, Lima, Peru, pada 1964 yang mengakibatkan 328 orang meninggal dunia.

Dari sepuluh daftar teratas, tidak ada satu negara pun yang mendapatkan sanksi dari Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA).

Tragedi kerusuhan di Port Said Stadium, Port Said, Mesir, pada 2012 lalu juga tidak mendapat hukuman apapun dari FIFA. Februari 2012, sejumlah pejabat Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) diberhentikan oleh pemerintah akibat kerusuhan yang menyebabkan 74 orang kehilangan nyawa.

Merespons intervensi pemerintah, Presiden FIFA kala itu, Sepp Blatter menyatakan akan berupaya mengembalikan para pejabat EFA tersebut. Menurutnya, intervensi pemerintah berupa pemberhentian pejabat EFA itu bertentangan dengan peraturan FIFA.

Pada Juli 2012, sepak bola negeri itu justru semakin memburuk setelah Menteri Dalam Negeri Mesir memutuskan untuk memberhentikan liga hingga batas waktu yang tak ditentukan.

Lihat Juga: Tragedi Berdarah Kanjuruhan Malang 01/10, Menanti Penetapan Tersangka

Menteri Dalam Negeri Mesir mengatakan polisi tidak bisa menyetujui dimulainya kembali liga sepak bola hingga persidangan kekerasan Port Said berakhir.

Akhirnya, FIFA tidak memberikan sanksi apapun kepada Mesir. Blatter malah meminta agar status EFA dipulihkan.

Apa Sanksi FIFA terhadap Indonesia?

Setelah kerusuhan di Kanjuruhan menjadi sorotan dunia, apa sanksi FIFA terhadap Indonesia? Belum jelas apa hukuman yang akan diberikan FIFA dan siapa yang akan mendapatkan sanksi tersebut.

Saat ini pemerintah sedang melakukan investigasi untuk menentukan siapa yang harus bertanggung jawab atas tragedi yang merenggut seratusan nyawa ini.

Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) pun dibetuk pemerintah yang dipimpin oleh Menko Polhukam Mahfud MD. Tim tersebut juga diisi oleh mantan pengurus PSSI Nugroho Setiawan dan pemain Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto.

Ada ketakutan sanksi FIFA terhadap Indonesia akan mempengaruhi status tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Tapi berkaca dari kejadian-kejadian sebelumnya, kecil peluang Indonesia dijatuhi sanksi FIFA.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top