Sports

Naomi Osaka Mengundurkan Diri Dari Prancis Terbuka Karena Gangguan Mental

Naomi Osaka Mengundurkan Diri Dari Prancis Terbuka Karena Gangguan Mental

Naomi Osaka yang merupakan pemain tenis asal Jepang menyatakan mengundurkan diri dari Prancis Terbuka 2021. Ia mengundurkan diri karena depresi yang diidapnya sejak menjadi juara AS Terbuka 2018. Osaka juga menjadi peteni Asia Pertama yang mendapat Grand Slam.

Setelah itu, Osaka sukses membawa pulang dua gelar Australia Terbuka dan AS Terbuka. Namun, dalam perjalanannya tersebut, Osaka ternyata tidak nyaman dengan kehidupannya sebagai seorang petenis tip.

Puncaknya pada saat Prancis Terbuka 2021, Osaka menolak berbicara saat konferensi pers setelah pertandingannya melawan petenis Rumania Patricia Maria Tig di babak pertama. Hal tersebut membuatnya dikenai denda 15 ribu dolar AS dan terancam diskualifikasi jika melakukan hal serupa.

Diketahui, Naomi Osaka melakukan sengaja melakukan hal tersebut untuk meningkatkan kesadaran panitia terkait kesehatan mental para atlet tenis.  Namun, panitia Prancis Terbuka tetap bersikukuh dengan peraturan yang ada dan Osaka akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri pada Senin (31/5/2021) malam, waktu setempat.

WTA Dukung Keputusan Naomi Osaka

Osaka mendapat dukungan atas keputusannya mengundurkan diri dari Prancis Terbuka 2021. Anggota Dewan Pemain WTA sekaligus mantan juara US Open Sloane Stephens menilai tak semua pemain dapat membuat keputusan seperti Osaka dan fokus pada kesehatan mentalnya.

“Kita harus mendukungnya dan memujinya, sebab banyak orang tak akan melakukannya,” tutur Stephens dilansir dari Reuters, Rabu (2/6/2021). Anggota Dewan Pemain yang terpilih pada Agustus 2019 itu, mengungkapkan harapannya agar Osaka segera kembali dengan lebih kuat.

“Kita harus lebih menerima dan membiarkannya meluangkan waktu untuk dirinya sendiri. Jadi dia dapat berada dalam keadaan yang lebih baik untuk bermain tenis dan bahagia menikmati tenisnya,” ujarnya.

“Namun saya pikir pasti dibutuhkan dialog yang lebih terbuka mengenai apa yang terjadi. Tak hanya bersama Osaka, namun semua orang dalam tur. Saya pikir kita tak cukup membicarakannya,” tambah Stephens.

Lihat Juga: Cerita Petenis Nomor Satu Dunia soal Keberhasilannya Bekuk Pencuri

Ia pun berharap apa yang dilakukan Naomi Osaka dapat menjadi inspirasi bagi orang lain untuk berani berbicara, keluar, serta berjuang untuk kesehatan mental.

“Perasaan itu nyata dan kita semua manusia, jadi saya berharap ia meluangkan waktu yang dibutuhkan. Saya berharap ia merasa lebih baik dan saya harap ia kembali menang,” lanjut Stephens.

To Top