Sports

Polisi Buru Penonton Yang Menyebabkan Kecelakaan Massal Di Tour de France

Kece;akaan Massal Di Tour de France

Polisi Perancis tengah memburu seorang penonton yang menyebabkan puluhan peserta Tour de France saling bertabrakan dalam sebuah kecelakaan massal pada akhir pekan lalu. Insiden tersebut terjadi pada Sabtu (26/6/2021) yang disebut-sebut sebagai yang terburuk dalam sejarah Tour de France.

Kejadian bermula saat seorang perempuan ber-selfie ketika pebalap Jerman Tony Martin yang melaju dalam kecepatan tinggi. Martin kemudian menabrak papan karton yang sedang dipegang oleh perempuan tersebut. Ia lalu terjatuh dari sepedanya dan menyebabkan sekelompok pesepeda lain di sekitarnnya ikut terjatuh.

Dari tayangan televisi, terlihat seorang wanita memakai jaket berwarna kuning, bersandar ke jalan tengah tersenyum sambil membawa tanda dengan tulisan “Allez Opi-Omi” (“Ayo kakek-nenek,” dalam bahasa Perancis dan Jerman).

Ketika sekelompok pebalap sepeda mendekat ke arahnya, tayangan TV memperlihatkan ia menghadap ke kamera, bukan ke arah para pengendara sepeda. Seorang juru bicara dari Gendarmerie Nasional Perancis, salah seorang dari dua pasukan polisi nasional setempat, mengatakan pada hari Senin kepada NBC News bahwa wanita tersebut masih dicari.

Lihat Juga: Tour de Singkarak 2016 Etape Enam Menyisakan 84 Pembalap

Penyidik kini sedang menyisir kamera dan meminta para saksi untuk memberikan informasi terkait insiden di Tour de France tersebut. Polisi menyebut, perempuan itu telah kabur dari lokasi kejadian sebelum penyelidik tiba di tempat. Dalam siaran pers hari Sabtu, National Gendarmerie menuturkan penyelidikan sudah dibuka mengenai kecelakaan massal tersebut. Dalam sebuah wawancara bersama Eurosport pada, Minggu (27/6/2021) Direktur Tour de France mengatakan bahwa perilaku perempuan tersebut “tak bisa diterima dan tak bisa ditoleransi”.

Mengutip dari Daily Mail, pelanggaran yang dilakukan oleh seorang penonton perempuan tersebut bisa membuatnya dihukum penjara 1 tahun dan denda maksimal 13.000 poundsterling (Rp 260 juta). Wakil Direktur Tour de France  Pierre-Yves Thouault, mengatakan bahwa pihak penyelenggara telah mengajukan keluhan hukum secara resmi terhadap penonton tersebut.

“Ini merupakan perilaku yang tak bisa diterima. Terdapat aturan keselamatan yang wajib dipatuhi. Penonton tak menyeberang jalan, mereka tak mengambil foto narsis,” tuturnya.

“Terus terang perilakunya gila. Yang tampil adalah pebalapnya, bukanlah penontonnya yang ingin tampil di TV,” tambah Thouault.

To Top