Sports

Ridwan Kamil dan Final Piala Presiden 2015

Portal Berita

Tak ada walikota yang paling sibuk di Indonesia pra dan pasca final Piala Presiden 2015, kecuali Walikota Bandung, Ridwan Kamil. Walikota Palembang, Harnojoyo, mungkin tak akan sesibuk Ridwan Kamil dalam menghadapi final Piala Presiden 2015. Namun, saya juga tak tahu pasti kalau ia sibuk dengan musibah asap yang menimpa warganya di Palembang. Tak apalah jika saya dibilang subjektif, tapi inilah penilaian saya terhadap Ridwan Kamil dalam masalah final Piala Presiden.

Saya kagum dengan pernyataan sebelum pertandingan di akun Twitter-nya. Ia menjawab bijak warganya yang menanyakan titik konvoi bila Persib juara Piala Presiden 2015. Emil, sapaan akrab Ridwan Kami, menjawab dengan menyuruhnya solat berjamaan di mesjid dan bubar dengan damai. Dan kemarin, Senin (19/10), Emil kembali mengeluarkan arahan positif lain pada warganya.

Terkait dengan keberhasilan Persib yang berhasil mengalahkan Sriwijaya FC di Jakarta pada ajang Piala Presiden 2015, Ridwan memberi syarat kepada warganya yang akan menggelar konvoi. Syarat yang diberikan adalah para bobotoh harus mengumpulkan donasi bagi korban asap.

“Kalau warga Bandung pawai syaratnya satu, udunan (patungan) sumbangan untuk warga yang terkena asap. Kalau itu disepakati secara sosial, saya baru mau (gelar pawai),” kata Emil di Jalan Riau, Kota Bandung, dikutip Kompas.com.

Menurut Emil, pengumpulan donasi adalah bentuk empati bobotoh kepada warga yang malang terkena musibah di tengah euforia kemenangan Persib. Tak tanggung-tanggung, ia menyuruh warganya berdonasi dari mulai tingkat rukun warga (RW). “Artinya, sambil kita merayakan, sambil kita berempati, kita imbau dari level RW untuk mengoordinasikan sumbangan,” ungkapnya.

Tak sampai itu, dia berkata akan melobi para pengusaha di Bandung agar turut berpartisipasi memberikan bantuan bagi korban asap. “Saya juga akan tanya pengusaha-pengusaha yang nyumbang buat hadiah Persib, mau gak nambahin buat korban asap. Saya kira itu mewakili perasaan yang saya rekam di media sosial,” tambah Emil.

Pra dan pasca final pun Emil selalu ikut terlibat dalam melancarkan kelangsungan pertandingan. Sebelum final, ia sempat mengunjungi markas dan menemui Ketua Umum Jakmania, Richard, Richard Ahmad Supriyanto, di Jakarta. Ia bahkan memberikan batu akik oranye sebagai simbol perdamaian.

Setelah final, ia juga ikut bertanggung jawab atas tindakan vandalism yang dilakukan beberapa oknum bobotoh di stadion kebanggaan Indonesia, Gelora Bung Karno. “Pagi dan siang hari ini, tim Pemkot Bandung sudah saya instruksikan untuk bebersih dan menghapus vandalisme-vandalisme yang ada di GBK yang mungkin dilakukan oknum bobotoh,” tulis Ridwan pada laman Facebook resminya.

Sisa semalam. selfie dengan bapak presiden dan pak ahok.

A photo posted by M Kamil (@ridwankamil) on

Dalam keberhasilan Persib pada final Piala Presiden 2015, Emil hadir di Stadion Gelora Bung Karno dan duduk bersama pejabat-pejabat terkait lainnya, seperti Presiden Jokowi, Gubernur Ahok, dan Menteri Imam Nahrowi. Pasca peluit akhir pertandingan, Emil pun ikut bergabung dengan para pemain Persib merayakan keberhasilan merengkuh Piala Presiden 2015.

Emil sejatinya memang bukan pengurus klub. Namun, menurutnya, ia berupaya untuk warganya selamat, sopan dan tertib dalam rangkaian kegiatan final Piala Presiden 2015. Ia rela turun untuk warganya. Gila bola. Cukup bicara, tapi banyak kerja. Ahhh, seandainya semua kota di Indonesia dipimpin orang-orang sepertinya, bahagialah Indonesia, sesuai dengan cita-citanya menjadikan warganya menjadi masyarakat paling bahagia di Indonesia.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top