Sports

Tolak Peluru – Sejarah, Teknik, dan Ukuran Lapangan

Teknik Dasar Tolak Peluru

Tolak peluru adalah salah satu cabang atletik tepatnya nomor cabang lempar yang berbentuk gerakan menolak atau mendorong suatu peluru yang terbuat dari logam. Tidak sepopuler olahraga permainan, tapi terus saja tidak sedikit atlet yg berkembang di olahraga ini. Olahraga ini lebih mengarah ke kekuatan kembali kesamarataan semula hal-hal lain yg mempermudah pada lakukan tolak peluru.

Cabang olahraga Atletik di Indonesia memiliki wadah atau persatuan yaitu PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia), Dan di Internasioanal memiliki wadah juga yaitu IAAF (International Amateur Atlhetic Federation).

Teknik Dasar Tolak Peluru yaitu kaidah kajian kita kali ini, proses dasar tolak peluru kalau-kalau enteng seandainya cuma kita pahami dekat wujud teori, tapi susah pada praktek. Tapi dapat lebih mudah melaksanakan praktek jika sudah mendalami teori taktik basic tolak peluru sebelumnya.

Lapangan Tolak Peluru

lapangan tolak peluru
Gambar Lapangan Tolak Peluru

Lapangan tolak peluru berbentuk lingkaran berdiameter 2,135 m. Lingkaran tolak peluru harus dibuat dari besi, baja atau bahan lain yang cocok dilengkungkan, bagian atasnya harus rata dengan permukaan tanah luarnya. Bagian dalam lingkaran tolak dibuat dari semen, aspal atau bahan lain yang padat tetapi tidak licin.

Sudut sektor lemparan tolak peluru yaitu 40 derajat dari titik tengah lingkaran tolakan. Permukaan dalam lingkaran tolak harus datar antara 20 mm-6 mm lebih rendah dari bibir atas lingkaran besi. Garis lebar 5 cm harus dibuat di atas lingkaran besi menjulur sepanjang 0,75 m pada kanan kiri lingkaran garis ini dibuat dari cat atau kayu. Diameter bagian dalam lingkaran tolak adalah 2,135 m. Tebal besi lingkaran tolak minimum 6 mm dan harus dicat putih. Balok penahan dibuat dari kayu atau bahan lain yang sesuai dalam sebuah busur/lengkungan sehingga tepi dalam berhimpit dengan tepi dalam lingkaran tolak, sehingga lebih kokoh. Lebar balok 11,2-30 cm, panjangnya 1,21-1,23m di dalam, tebal 9,8-10,2 cm.

Beberapa Macam Teknik Dasar Tolak Peluru

Teknik Memegang Peluru

Teknik Dasar Tolak Peluru
  • Jari-jari direnggangkan sementara jari kelingking agak ditekuk terus berada di samping peluru, juga ibu jari pada sikap seimbang. Ini ialah gaya memegang peluru terhadap orang yg berjari kuat tambah panjang.
  • Jari-jari agak rapat, ibu jari di samping, jari kelingking berada di samping belakang peluru. Gaya ini alami diperlukan oleh setengah juara.
  • Seperti teknik di atas, cuma saja sikap jari-jari lebih direnggangkan tengah, lagi pula letak jari kelingking berada di belakang peluru. Gaya yg terakhir ini sesuai guna orang yg tangannya pendek semula jari-jarinya mungil dan tidak cocok terhadap anak anak di bawah umur 9 thn.

Teknik Meletakkan Peluru Terhadap Bahu

Teknik Dasar Tolak Peluru
  • Mengatur posisi kaki, kaki kanan ditempatkan di muka batas belakang lingkaran, walaupun kaki kiri diletakkan di samping kiri selebar badan segaris bersama arah lemparan.
  • Peluru dipegang bersama tangan kanan bersama pegangan serasi.
  • Tangan yg memegang peluru menubuhkan letak peluru. Peluru diletakkan bagi batas leher dgn pundak, di bawah telinga. ketika mengakses terus lengan terentang segaris bersama pundak.
  • Lengan kiri di muka dada sedikit ditekuk.
  • Kaki kiri kendor masih menapak untuk ujung kaki.

Teknik Melakukan Tolakan

Teknik Dasar Tolak Peluru
  • Sikap asal, berdiri menyamping dgn bagian tolakan berada di bidang kiri tubuhnya, lutut kaki kanan ditekuk, melainkan kaki kiri diluruskan ke belakang.
  • Berat badan berada bagi kaki kanan dgn pandangan mata ke depan.
  • Tangan kanan memegang peluru yg diletakkan di atas bahu kanan menempel bagi rahang, sebaliknya tangan kiri diangkat ditekuk di depan wajah kiri berfungsi buat memelihara kesamarataan tubuh.
  • Saat bakal menolak, kaki kiri diangkat selanjutnya diputarkan ke arah kiri banyaknya 2-3 kali putaran selanjutnya kaki kiri berpijak di sebelah kaki kanan.
  • Kaki kiri digeser ke samping kiri sambil kaki kanan dan digeser mengikuti arah kaki kiri bergeser.
  • Ketika ke-2 kaki bergeser ke kiri, peluru dilemparkan bersama metode mendorong tangan kanan yg memegang peluru ke arah depan atas, jalannya peluru mencetak parabola diikuti pandangan mata arah jalannya peluru.

Sikap akhir, berat badan berada di kaki kanan diusahakan badan tak ke luar asal lingkaran. Badan pada kondisi cenderung ke depan. biar jangan sampai hingga jatuh di luar arena lapang tolak peluru sehingga serentak kaki kanan digerakan ke depan. Bersamaan dgn kaki kanan mendarat kaki kiri ditarik ke belakang, begitu berulang lengan kiri terhadap mengembangbiakkan kesamarataan.

Untuk detail pembelajaran dapat dilihat pada dokumen .PDF dibawah ini :

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top